October 17, 2026

Kreatif Tanpa Dana Desa, Pemdes Gubrih Gandeng Dokter Rasmono Bagikan Bibit Pala, Dorong Ekonomi Masyarakat

0


News
Kreatif Tanpa Dana Desa, Pemdes Gubrih Gandeng Dokter Rasmono Bagikan Bibit Pala, Dorong Ekonomi Masyarakat

Penyerahan bibit pohon Pala, sejumlah masyarakat Desa Gubrih, Kecamatan Wringin dapat bantuan bibi pohon Pala

BERITA PLUS,BONDOWOSO – Pemerintah Desa (Pemdes) Gubrih, Kecamatan Wringin, bersinergi dengan dr. Rasmono dalam program pemberian bantuan bibit pohon pala kepada masyarakat, Sabtu (4/4/2026).

Program ini menjadi langkah inovatif di tengah keterbatasan anggaran desa.

Dr. Rasmono diketahui merupakan dokter yang pernah menjabat sebagai Pj Kepala Unit Kantor Kebugaran dan Pelayanan Tradisional Kabupaten Bondowoso.

Keterlibatannya dalam program ini menjadi bentuk kontribusi nyata di sektor pemberdayaan masyarakat.

Kepala Desa Gubrih, Abdul Bari, menegaskan bahwa program tersebut murni bersifat mandiri tanpa menggunakan anggaran pemerintah, baik dari pusat maupun APBD Bondowoso.

Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran saat ini menuntut desa lebih kreatif dalam menyusun program.

“Walaupun Dana Desa berkurang, itu tidak membuat kami putus asa untuk tetap menghadirkan program pemberdayaan masyarakat,” ujar Abdul Bari.

Dia menjelaskan, tanaman pala (Myristica fragrans) merupakan komoditas asli Indonesia dari Kepulauan Maluku yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produk turunannya seperti biji, fuli, dan minyak atsiri telah lama diperdagangkan di pasar global.

Selain bernilai ekonomi, pala juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Kandungan alaminya dapat membantu mengatasi insomnia, melancarkan pencernaan, mengurangi peradangan, menjaga kesehatan mulut, hingga meningkatkan fungsi otak.

Abdul Bari menambahkan, pemilihan pala sebagai komoditas unggulan bukan tanpa alasan. Selain memiliki harga yang stabil di pasar ekspor, tanaman ini juga cocok dengan kondisi iklim dan tanah di wilayah Bondowoso, khususnya Kecamatan Wringin.

“Pala ini investasi jangka panjang. Tidak hanya buahnya, tetapi biji dan fulinya juga bernilai jual tinggi. Ini peluang ekonomi bagi masyarakat desa,” jelasnya.

Program ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga, mulai dari proses penanaman, perawatan hingga panen. Dengan demikian, roda ekonomi desa dapat bergerak lebih aktif.

Sebagai penutup, Abdul Bari menegaskan pentingnya inovasi di tengah keterbatasan anggaran. “Saat Dana Desa terbatas, kreativitas tidak boleh ikut menipis. Dengan menggandeng pihak luar, desa bisa membangun aset yang bermanfaat jangka panjang,” pungkasnya.

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *