Tingkatkan Kesejahteraan Petani, DPC HKTI Kabupaten Malang Dorong Hilirisasi Padi Varietas Sukma
Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang, Makhrus Sholeh. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, MALANG – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Malang, di bawah kepemimpinan Makhrus Sholeh, terus memperkuat komitmennya dalam memajukan sektor pertanian daerah. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digencarkan adalah dukungan penuh terhadap pengembangan dan hilirisasi varietas padi unggul Sukma.
Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang, Makhrus Sholeh, menekankan bahwa menghadapi tantangan dunia pertanian yang semakin kompleks memerlukan kolaborasi lintas sektor. Ia mengidentifikasi empat pilar utama yang menjadi tantangan petani saat ini, yakni ketersediaan bibit unggul, sistem pengairan yang mumpuni, kecukupan pupuk, hingga akses pemasaran.
“Tantangan pertanian itu banyak dan tidak bisa dihadapi sendirian. Oleh karena itu, HKTI hadir untuk berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Malang, organisasi seperti GP Ansor dan kelompok tani. Kita lakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) agar hasil panen kita meningkat tajam,” ujar Makhrus Sholeh kepada Suara Indonesia usai mengikuti Panen Raya GP.Ansor Turen, Sabtu (4/4/2026).
Kerja keras kolaboratif ini mulai membuahkan hasil nyata. Jika sebelumnya rata-rata produksi padi di Kabupaten Malang berada di angka 6 ton per hektar, kini melalui penggunaan varietas Sukma dan pendampingan yang intensif, produktivitas melonjak signifikan mencapai 10 ton per hektar.
Selain produktivitas, Makhrus juga memberikan kabar baik terkait stabilitas ekonomi petani. Saat ini, harga gabah telah mendapat kepastian dari pemerintah dengan patokan minimal Rp6.500 per kilogram. Hal ini diharapkan mampu menjaga margin keuntungan petani di tengah fluktuasi biaya produksi.
Tak hanya fokus pada hasil akhir, HKTI Kabupaten Malang juga mendorong praktik pertanian berkelanjutan. Penggunaan inovasi pupuk organik dan sistem pengendalian hama yang ramah lingkungan menjadi fokus utama untuk menjaga kualitas tanah dan kesehatan ekosistem pertanian di Malang.
“Dengan sinergi antara bibit unggul Sukma, inovasi pupuk organik, dan dukungan kebijakan harga dari pemerintah, kami optimis Kabupaten Malang akan menjadi pilar utama swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan taraf hidup para petani kita,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Mahrus Sholih |
