Wajah Baru Makan Bergizi Gratis: Saat Prasmanan Bikin Siswa Makan Lebih Lahap di Malang
Makan Bergizi Gratis yang disajikan secara prasmanan oleh SPPG Ocean Garden di Kabupaten Malang. (Foto: SPPG Ocean Garden for Suara Indonesia)
BERITA PLUS, MALANG – Suasana jam makan siang di SPPG Ocean Garden, Kabupaten Malang, tampak berbeda dari biasanya. Tidak ada lagi tumpukan kotak makan (ompreng) yang mengantre dibagikan. Sebagai gantinya, deretan pemanas makanan berisi uap mengepul menyajikan pemandangan yang menggugah selera.
Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan mulai digulirkan. Hasilnya? Ruang makan riuh oleh antusiasme siswa yang tampak lebih bersemangat menyantap menu sehat mereka.
Siang itu, menu yang disajikan cukup lengkap dan seimbang: Nasi putih yang pulen, ada Ayam krispi yang renyah dan nugget tempe, selanjutnya Sayur sop segar dengan potongan sayuran warna-warni. Untuk pencuci mulut potongan buah semangka merah yang segar dan sebagai pelengkap susu UHT untuk menyempurnakan gizi.
Kepala SPPG Ocean Garden, Ivanda Naufal, menjelaskan bahwa transisi dari sistem porsi kotak ke prasmanan ini bukan tanpa alasan. Efisiensi waktu dan kualitas rasa menjadi pertimbangan utama.
“Dengan metode prasmanan, pendistribusian jauh lebih hemat waktu dibandingkan harus mewadahi satu per satu ke dalam ompreng di dapur. Selain itu, makanan terjaga kehangatan dan kesegarannya karena tidak ‘terkungkung’ di wadah tertutup dalam waktu lama,” ujar Ivanda kepada Suara Indonesia, Minggu (5/4/2026).
Salah satu tantangan besar dalam program makan massal adalah sisa makanan (food waste). Seringkali, porsi nasi kotak yang kaku membuat siswa menyisakan makanan karena porsi yang terlalu banyak atau ada lauk yang tidak habis.
Dengan sistem prasmanan, siswa diajak untuk mengambil sesuai tingkat lapar mereka. Kebebasan memilih ini ternyata efektif membuat siswa makan lebih lahap. Tak hanya soal perut, ada pelajaran karakter yang terselip di balik antrean meja makan.
Siswa belajar bersabar menunggu giliran dengan tertib. Lalu mereka belajar memperkirakan porsi sendiri dan bertanggung jawab menghabiskan apa yang telah diambil.
Petugas sekolah pun lebih mudah memantau kombinasi gizi yang diambil siswa secara langsung saat mereka mengisi piring.
Inovasi ini mendapat apresiasi positif dari gedung wakil rakyat. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, menyatakan dukungannya terhadap model prasmanan ini. Menurutnya, dampak positifnya terasa di berbagai lini.
“Program ini membawa dampak signifikan, terutama dari sisi lingkungan dan keamanan pangan. Penggunaan kemasan sekali pakai bisa ditekan, dan kualitas makanan lebih terkontrol karena disajikan langsung,” ungkap Zia’ul Haq.
Uji coba di SPPG Ocean Garden ini menjadi sinyal bahwa program Makan Bergizi Gratis bisa dijalankan dengan lebih fleksibel, edukatif, dan tentu saja, lebih nikmat bagi para siswa di Kabupaten Malang. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Mahrus Sholih |
