October 17, 2026

Tapakerbau Memanas! Warga Bentuk “Pagar Hidup” Adang Ekskavator yang Nekat Kembali Masuk

0


News
Tapakerbau Memanas! Warga Bentuk

Warga Tapakerbau yang sigap mengadang ekskavator. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, SUMENEP – Situasi di kawasan laut Tapakerbau kembali memanas, setelah ekskavator dilaporkan kembali masuk ke area yang masih dalam sengketa, Kamis (09/04/2026). Warga yang sejak awal menolak aktivitas tersebut langsung bergerak mengadang, hingga memicu ketegangan di lokasi.

Ketua Gema Aksi, Ahmad Sidiq menjelaskan, upaya masuknya alat berat itu sudah terjadi sejak Rabu (08/04/2026) kemarin. Namun saat itu, warga memilih menahan diri dan membubarkan aksi sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum yang tengah berjalan di Polda.

“Sejak aksi kemarin tanggal 8 April 2026, ekskavator memaksa masuk kembali ke area laut yang disengketakan, tapi kemudian aksi serentak warga berhasil kita persuasi untuk meninggalkan lokasi demi menghormati proses hukum yang terjadi di Polda,” ujarnya.

Meski sempat mereda, kondisi berubah ketika ekskavator kembali muncul di lokasi yang sama keesokan harinya. Warga menilai langkah tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap proses hukum yang belum tuntas.

Ahmad Sidiq menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen mempertahankan kawasan laut agar tidak dialihfungsikan. Ia menyebut, dasar yang selama ini digunakan untuk melanjutkan aktivitas, yakni Sertifikat Hak Milik (SHM) laut, kini sudah tidak relevan.

“Kami yakin bahwa hari ini mereka akan kembali dan benar saja mereka kembali, kita tetap pada komitmen mempertahankan laut tetap sebagai laut. Lagipula SHM yang selalu mereka jadi dasar kini sudah tidak relevan karena statusnya di blokir,” tegasnya.

Sebagai bentuk perlawanan, warga memilih berdiri langsung di area laut membentuk “pagar hidup” guna menghalangi laju ekskavator. Aksi tersebut dilakukan sebagai simbol penolakan sekaligus upaya menjaga wilayah yang mereka anggap sebagai ruang hidup bersama.

Menurut Ahmad Sidiq, langkah itu diambil karena tidak ada lagi opsi lain setelah berbagai upaya persuasif tidak membuahkan hasil. Warga ingin menunjukkan bahwa kepentingan mereka tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Tidak ada cara lain bagi warga selain berdiri di lautan sebagai ‘pagar hidup’ untuk menghadang dan memaksa mereka untuk sadar bahwa hal ini berarti tidak menghargai kepentingan warga maupun proses hukum yang berlangsung,” katanya.

Ketegangan pun tak terhindarkan. Cekcok antara warga dan operator ekskavator sempat terjadi karena pihak operator tetap berusaha melanjutkan aktivitas di lokasi sengketa.

Kendati demikian, Ahmad Sidiq mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap terkendali. Ia menekankan agar seluruh elemen warga tetap terkoordinasi untuk menghindari potensi konflik yang lebih besar di lapangan.

“Cekcok terjadi karena mereka tetap memaksa masuk ke lokasi, tetapi bagaimanapun harus tetap terkoordinasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, karena kita tidak pernah tahu aksi-aksi spontan yang bisa terjadi akibat situasi provokatif di lapangan,” pungkasnya.

Diketahui, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa persoalan SHM laut di Tapakerbau masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum. Bahkan, sejumlah sertifikat yang menjadi dasar aktivitas di kawasan tersebut diketahui telah diblokir sementara, sambil menunggu kejelasan hukum lebih lanjut. (*) 

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *