October 17, 2026

OTT Bupati Tulungagung Guncang Pemerintahan, Sejumlah Pejabat Ikut Diperiksa

0


News
OTT Bupati Tulungagung Guncang Pemerintahan, Sejumlah Pejabat Ikut Diperiksa

Ilustrasi OTT KPK. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, TULUNGAGUNG – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo pada Jumat (10/4/2026) langsung mengguncang stabilitas pemerintahan daerah. Di saat agenda pelayanan publik dan pengelolaan anggaran berjalan, pucuk pimpinan daerah justru terseret kasus hukum.

Konfirmasi KPK datang singkat namun tegas. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya OTT tersebut.
“Benar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat malam.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo juga menguatkan informasi itu. Namun, ia belum membuka detail perkara maupun jumlah pihak yang diamankan. “Masih dalam proses pemeriksaan,” katanya.

Dampak OTT langsung terasa di internal Pemkab Tulungagung. Sejumlah pejabat kunci berbondong-bondong mendatangi Mapolres Tulungagung pada malam yang sama. Mereka disebut memenuhi panggilan KPK.

Situasi ini berpotensi mengganggu jalur koordinasi pemerintahan. Sejumlah posisi strategis mulai dari keuangan daerah, pemerintahan, hingga layanan publik terpantau terseret dalam pusaran pemeriksaan.

Kabag Umum Yulius Rama Isworo datang bersama tim KPK sambil membawa kardus dan koper berisi dokumen. Langkah ini mengindikasikan penyidik tengah menelusuri dokumen penting yang berkaitan dengan kebijakan atau aliran anggaran.

Pejabat lain yang terlihat hadir antara lain Kabag Kesra Makrus Mannan, Kabag Pemerintahan Arif Effendi, Kepala Satpol PP Hartono, Direktur RSUD Iskak Zuhrotul Aini, serta Kepala BPKAD Dwi Hari Subagyo.

Sementara itu, Plt Sekda Soeroto dan Kepala Bakesbangpol Agus Prijanto Utomo disebut telah lebih dulu berada di lokasi.

Ancaman Gangguan Layanan Publik

Masifnya pemanggilan pejabat lintas OPD berpotensi menimbulkan efek domino terhadap pelayanan publik. Fungsi administrasi, pengelolaan anggaran, hingga pengambilan keputusan strategis bisa terhambat jika pemeriksaan berlangsung intensif.

Kondisi ini menjadi ujian bagi sistem birokrasi di Tulungagung: apakah tetap berjalan atau justru tersendat akibat ketergantungan pada figur pimpinan dan elite struktural.

OTT ini juga membuka babak baru dalam dinamika politik lokal. Kekosongan atau terganggunya kepemimpinan daerah dapat memicu tarik-menarik kepentingan di internal birokrasi maupun elite politik.

Dalam situasi seperti ini, peran pelaksana tugas (Plt) dan koordinasi antar-OPD menjadi krusial untuk menjaga stabilitas pemerintahan.

Hingga Jumat malam, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif. Lembaga antirasuah itu memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.

Publik kini menunggu, bukan hanya siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka, tetapi juga sejauh mana dampak kasus ini terhadap keberlangsungan pemerintahan di Tulungagung. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Dona Pramudya
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *