October 17, 2026

Berburu Batik Khas Daerah Lebih Mudah, Galeri Terpadu Hadir di Jantung Kota Banyuwangi

0


News
Berburu Batik Khas Daerah Lebih Mudah, Galeri Terpadu Hadir di Jantung Kota Banyuwangi

Wabup Banyuwangi Mujiono melihat koleksi batik khas Banyuwangi di galeri Pusat Batik yang berada di pusat kota. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESI, BANYUWANGI – Akses masyarakat terhadap batik khas daerah kini semakin terbuka lebar. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menghadirkan sebuah galeri terpadu yang memusatkan berbagai produk batik lokal dalam satu lokasi strategis di pusat kota.

Berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 263, tepat di seberang Kantor Pemkab Banyuwangi, tempat ini menjadi etalase beragam karya batik unggulan. Pengunjung dapat menemukan ratusan koleksi, mulai dari kain hingga busana siap pakai dengan motif khas daerah.

Sejumlah motif yang ditawarkan antara lain Gadjah Oling, Kangkung Setingkes, Paras Gempal, hingga Kopi Pecah. Setiap motif menghadirkan kekayaan filosofi serta ciri khas budaya Banyuwangi yang kental.

Tidak hanya dari sisi motif, variasi produk juga terlihat dari teknik pembuatannya. Mulai dari batik tulis, cap, lukis, hingga kombinasi, semuanya tersedia untuk memenuhi selera pasar yang beragam.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menegaskan, kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif lokal.

“Gedung Pusat Batik ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol komitmen dalam melestarikan budaya dan memperkuat identitas daerah, sekaligus membuka jalan bagi kesejahteraan para perajin batik lokal,” ujar Mujiono, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, pengembangan batik di Banyuwangi telah dilakukan secara konsisten selama lebih dari sepuluh tahun terakhir melalui berbagai program strategis.

Pemerintah daerah aktif menggelar pelatihan bersama kurator nasional, mendorong partisipasi perajin dalam ajang fesyen, serta membuka akses pemasaran digital dan dukungan permodalan.

Hasilnya, ekosistem batik di Banyuwangi terus bertumbuh. Tidak hanya jumlah perajin yang meningkat, tetapi juga keterlibatan desainer hingga meluasnya pasar.

Bahkan, batik kini telah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan vokasi di Banyuwangi, sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini.

“Terima kasih kepada seluruh perajin batik Banyuwangi yang telah bersama-sama memajukan batik lokal menjadi identitas budaya yang membanggakan,” tambahnya.

Sementara itu, pengelola galeri, Ratri Jawaness, menjelaskan bahwa tempat ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.

Ia menambahkan, seluruh produk yang dipasarkan telah melewati proses seleksi ketat guna memastikan kualitas sekaligus menjaga nilai filosofis batik Banyuwangi.

“Semua batik yang masuk telah dikurasi agar benar-benar mencerminkan budaya Banyuwangi,” ujarnya.

Selain menghadirkan galeri, fasilitas ini juga dilengkapi ruang co-working yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat edukasi dan aktivitas kreatif bagi pelaku industri lokal. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *