KPK Turun ke Bangkalan, Selidiki Jejak Korupsi Dana Hibah Jatim
Moh.Ridwan
– 16 April 2026 | 13:04 – Dibaca 29 kali
Saksi pemeriksaan KPK saat memasuki ruang Mapolres Bangkalan. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, BANGKALAN – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi menelusuri dugaan korupsi dana hibah Jawa Timur periode 2018-2024 mulai merambah hingga level bawah. Bahkan, mereka turun langsung ke Bangkalan untuk memudahkan pemeriksaan para saksi dari dua kabupaten.
Pada Kamis (16/4/2026), para saksi digiring ke ruang pemeriksaan di Mapolres Bangkalan, menandai babak lanjutan pengusutan yang kian mengerucut. Sejak pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, satu per satu saksi dari wilayah Bangkalan dan Sampang datang silih berganti. Pemeriksaan berlangsung dengan tim penyidik dengan intensitas tinggi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saksi yang dipanggil bukan nama-nama besar di panggung politik, melainkan para ketua dan anggota kelompok masyarakat (pokmas).
Mereka diduga menjadi simpul distribusi dana hibah yang selama ini kerap disebut rawan diselewengkan. Para pokmas ini berada di bawah kendali koordinator lapangan (korlap), yang sebelumnya sudah lebih dulu diperiksa di Gedung Merah Putih KPK pada 6 April 2026.
Pola ini mengindikasikan strategi penyidikan yang sistematis, membedah aliran dana dari bawah sebelum menyasar aktor utama di level atas yang sudah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka. Figur yang diperiksa, selama ini diduga memiliki peran penting dalam rantai distribusi anggaran hibah di tingkat akar rumput.
Nama-nama yang diperiksa hari ini antara lain SH (Ketua Pokmas Al Akhyariyah), MA (Ketua Pokmas Laksamana Agung), MN (Ketua Pokmas Serrang), MJ (Ketua Pokmas AS Sobur), MD (Ketua Pokmas Sentosa), MI (Ketua Pokmas Bumi Suci), SY (Ketua Pokmas Syafa’ah), AL (Ketua Pokmas Ghempang), MP (anggota Pokmas Duta Jaya), serta ZN (anggota Pokmas Manila).
Di sisi lain, pernyataan juru bicara KPK, Budi Prasetyo, justru memunculkan tanda tanya baru. Ia memastikan bahwa belum ada agenda pemeriksaan terhadap seorang politikus PDIP berinisial M pada hari ini.
Pernyataan tersebut seolah menjadi penegas bahwa penyidikan belum menyentuh lingkaran elite politik atau setidaknya belum diungkap ke publik. “Tidak ada dalam jadwal hari ini,” ujarnya singkat.
Seperti pemeriksaan KPK pada umumnya, lembaga anti rasuah itu irit bicara. Mereka fokus menggali keterangan dari lapisan bawah dan masih mengumpulkan bukti untuk mengunci peran pihak-pihak yang lebih besar.
Kasus ini sendiri berkaitan dengan dugaan penyelewengan dana hibah yang bersumber dari APBD Jawa Timur, pos anggaran yang selama ini kerap dikritik karena rawan disalahgunakan akibat lemahnya pengawasan.
Sementara itu, awak media terus bersiaga di lobi Mapolres Bangkalan sejak pagi, menunggu secercah informasi dari balik pintu pemeriksaan yang masih tertutup rapat. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Moh.Ridwan |
| Editor | : Mahrus Sholih |
