Langkah Hijau PKB Banjarnegara,Tanam Pohon hingga Solusi Sampah
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali (kaus hijau) saat melakukan penanaman pohon di kawasan TPA Winong sebagai bagian dari gerakan peduli lingkungan. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, BANJARNEGARA – Semangat “hijau” yang identik dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diwujudkan dalam aksi nyata melalui gerakan ekologi untuk menghijaukan wilayah Banjarnegara.
Dipimpin Ketua DPC PKB Banjarnegara yang juga Wakil Bupati, Wakhid Jumali, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam merespons berbagai persoalan lingkungan, seperti ancaman longsor dan pengelolaan sampah.
Dikatakan Wakhid Jumali, penanaman pohon dilakukan oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Banjarnegara bersama para kader di sejumlah titik rawan longsor dan bantaran sungai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah potensi bencana alam.
“Penanaman pohon kali ini terpusat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winong. Lokasi ini dipilih karena telah memasuki tahap reklamasi dari bekas timbunan sampah dan tidak lagi menggunakan sistem pembuangan terbuka,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
“Gerakan ini tidak hanya bersifat simbolis. Seluruh kader PKB, mulai dari tingkat cabang hingga ranting dan anak ranting, akan terus digerakkan untuk menjadi relawan ekologi di wilayah masing-masing,” imbuhnya.
Ketua DPC PKB Banjarnegara juga mendorong para kader, termasuk anggota legislatif, untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan sampah dan pelestarian lingkungan.
“PKB Banjarnegara berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan berkelanjutan demi mewujudkan Banjarnegara yang lebih hijau dan sehat,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Banjarnegara, Bambang Suparno menyampaikan, pihaknya terus berupaya menghentikan praktik open dumping dengan mendorong pengolahan sampah yang lebih modern.
Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu terdapat investor dari Inggris yang menunjukkan minat untuk mengelola sampah di Banjarnegara. Berbagai tahapan, termasuk penyediaan lahan dan proses wawancara, telah dilakukan.
“Kami berharap investor tersebut benar-benar merealisasikan rencana pengolahan sampah ini, mengingat program serupa juga telah berjalan di berbagai negara,” ujarnya.
“Jika proyek tersebut terwujud, akan ada dua manfaat utama yang diperoleh. Pertama, permasalahan sampah di Banjarnegara dapat teratasi melalui sistem pengolahan yang lebih baik. Kedua, daerah berpotensi mendapatkan tambahan pendapatan yang dapat mendukung peningkatan APBD,” imbuhnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Iwan Setiawan |
| Editor | : Mahrus Sholih |
