October 17, 2026

Banyak Event, Minim Dampak? IdeaFest 2026 Ditantang Buktikan Ekosistem

0


News
Banyak Event, Minim Dampak? IdeaFest 2026 Ditantang Buktikan Ekosistem

IdeaFest Surabaya 2026. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, SURABAYA – Surabaya sedang dibanjiri event kreatif. Hampir tiap bulan, forum diskusi, festival komunitas, hingga pameran UMKM bermunculan. Di tengah padatnya agenda itu, IdeaFest Surabaya 2026 datang dengan klaim berbeda: bukan sekadar menambah keramaian, tetapi merebut posisi sebagai pusat ekosistem.

Digelar pada 7–9 Agustus 2026 di Grand City Convex, IdeaFest tahun ini membawa skala lebih besar. Namun di balik ekspansi itu, muncul pertanyaan yang lebih mendasar apakah acara ini mampu bersaing dan relevan di tengah menjamurnya event serupa?

Co-Chair IdeaFest, Ben Subiakto, mengakui bahwa lanskap sudah berubah. Jika sebelumnya ruang kreatif masih terbatas, kini kompetisi antar platform justru semakin ketat. “Sekarang pilihannya banyak. Justru itu, IdeaFest harus punya nilai lebih, bukan sekadar event,” ujarnya di Surabaya, Selasa (21/4/2026).

Nilai lebih yang dimaksud, menurut Ben, terletak pada integrasi lintas sektor. IdeaFest mencoba menggabungkan kreator, pelaku usaha, komunitas, hingga industri dalam satu ekosistem. Bukan hanya tampil, tetapi saling terhubung.

Namun, strategi ini bukan tanpa risiko. Ketika semua event mengusung konsep kolaborasi, diferensiasi menjadi kabur. IdeaFest dituntut membuktikan bahwa jejaring yang dibangun tidak berhenti sebagai simbol, tetapi menghasilkan transaksi, kerja sama, hingga ekspansi bisnis.

Pengusaha F&B Surabaya, Karin Binanto, melihat fenomena menjamurnya event kreatif justru bisa menjadi jebakan. Ia menilai banyak pelaku industri terlalu nyaman menjadi peserta tanpa pernah bertransformasi menjadi pelaku utama. “Datang ke event itu mudah. Tapi berani bikin produk, itu yang sulit,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan pasar lokal yang masih didominasi brand luar. Dalam situasi itu, event kreatif seharusnya menjadi ruang lahirnya produk lokal yang kompetitif, bukan hanya tempat berbagi cerita sukses.

Hal senada disampaikan Arif Budiono. Ia menilai banyak forum kreatif belum mampu menjembatani dunia akademik dan industri. “Event banyak, tapi dampaknya belum terasa. Riset tetap di kampus, pasar jalan sendiri,” ujarnya.

IdeaFest mencoba menjawab celah itu melalui berbagai program, termasuk IdeaFest X yang membuka ruang bagi komunitas untuk membuat agenda sendiri. Format ini dinilai sebagai upaya mendesentralisasi panggung, sekaligus memperluas jangkauan ekosistem.

Namun, model ini juga mengandung tantangan baru: kualitas. Kurasi menjadi kunci agar tidak semua aktivitas hanya menjadi pelengkap tanpa dampak nyata.

Festival Director IdeaFest Surabaya, Saskia Tessy, menyadari hal tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak lagi diukur dari jumlah acara, melainkan relevansi dan keberlanjutan. “Kalau hanya ramai, banyak event lain juga bisa. Yang penting itu efek setelahnya,” ujarnya.

Dengan lebih dari 120 sesi, ratusan pembicara, dan ratusan tenant, IdeaFest 2026 memang menawarkan skala. Tapi di tengah persaingan event kreatif yang kian padat, ukuran keberhasilan berubah drastis. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Dona Pramudya
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *