Motif Ekonomi, Pelaku Pencurian Meteran Air di Banyuwangi Rugikan Negara Rp71 Juta
Polisi menunjukkan barang bukti. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).
BERITA PLUS, BANYUWANGI – Kasus pencurian meteran air yang marak di Banyuwangi sejak pasca Lebaran akhirnya menemui titik terang.
Tersangka adalah PA (29), warga Songgon. Ia mengaku melakukan tindakan kriminal tersebut semata-mata karena terhimpit kebutuhan hidup.
Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi menyebut, tersangka tidak memiliki pekerjaan tetap. Kondisi finansial yang sulit mendorongnya untuk mencari keuntungan dengan cara melawan hukum.
“Hasil penjualan barang curian sampai saat ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Motif ekonomi inilah yang mendorong tersangka melakukan aksi tindak pidana tersebut,” jelas Kompol Lanang, Rabu (22/4/2026).
Meskipun dijual dengan harga rongsokan yang relatif murah, dampak kerugian yang dialami negara sangat besar. PUDAM Banyuwangi mencatat kerugian material yang cukup signifikan akibat kerusakan sistem distribusi air ini.
Berdasarkan perhitungan, total kerugian yang dialami PUDAM ditaksir mencapai Rp71 juta dari hasil kalkulasi selama pelaku melakukan aksi pencurian.
“Pelaku mengaku mengambil sebanyak 28 meteran air sejak awal beraksi. Dari puluhan meteran itu, nilai kerugian mencapai Rp71 juta,” terangnya.
Direktur PUDAM Banyuwangi, Abd. Rahman menyebut, barang bukti yang diamankan polisi sudah tidak bisa digunakan lagi.
Komponen meteran yang sudah dibongkar paksa membuat alat tersebut rusak permanen.
“Barang ini sudah dirusak semua, tidak mungkin kita pasang lagi,” kata dia.
Dalam catatan PUDAM, meteran yang hilang lebih dari pengakuan tersangka. Setidaknya ada 160 meteran milik pelanggan yang raib.
“Mayoritas laporan paling banyak berasal dari wilayah pelayanan kota,” ungkap dia.
Ia menambahkan bahwa gelombang kehilangan ini mulai melonjak sejak awal bulan April, tepatnya setelah perayaan Lebaran.
“Proses hukum sepenuhnya kita serahkan kepada pihak kepolisian,” tegas dia. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
