October 17, 2026

Harlah ke-92 GP Ansor: Dari Pedal ke Ziarah, Cara Ansor Merawat Ingatan Para Muassis NU

0



Jefri Hadi
– 24 April 2026 | 20:04 – Dibaca 8 kali

Pendidikan
Harlah ke-92 GP Ansor: Dari Pedal ke Ziarah, Cara Ansor Merawat Ingatan Para Muassis NU

Addin Jauharudin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor. (Foto: Istimewa/suaraindonesia.co.id)

 

BERITA PLUS, SURABAYA — Deru pedal sepeda akan menjadi saksi bagaimana ingatan sejarah dirawat dengan cara yang tak biasa, Jumat (24/4/2026).

Pada Minggu, 26 April 2026 mendatang, Gerakan Pemuda Ansor menggelar gowes napak tilas dari Bangkalan hingga Jombang sejauh 123 kilometer, dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) ke-92 organisasi tersebut.

Kegiatan ini diperkirakan diikuti ribuan kader Ansor, masyarakat umum, serta komunitas pesepeda. Rute yang ditempuh melintasi enam wilayah, yakni Kabupaten Bangkalan, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, hingga berakhir di Kabupaten Jombang.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Addin Jauharudin, menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka untuk siapa saja, tidak terbatas pada kader Ansor.

Ia bahkan menyatakan akan mengikuti gowes secara penuh menggunakan sepeda manual.

“Saya akan gowes penuh dari Bangkalan sampai Jombang dengan sepeda pancal jenis road bike, bukan sepeda listrik. Ini bagian dari upaya meresapi perjuangan para muassis NU dan Ansor,” ujar Addin.

Menurut Addin, gowes ini merupakan salah satu dari dua agenda utama dalam rangkaian Harlah ke-92 GP Ansor.

Selain itu, lanjutnya juga akan digelar ziarah kubro ke sejumlah makam ulama pendiri Nahdlatul Ulama, di antaranya Syaikhona Kholil di Bangkalan dan KH Wahab Chasbullah di Tambakberas, Jombang.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak semata olahraga, melainkan upaya merawat ingatan kolektif terhadap perjuangan para ulama. Ziarah dan gowes dipadukan sebagai simbol keterhubungan antara dimensi spiritual dan gerak sosial generasi muda.

“Ziarah kubro menjadi momentum untuk meneguhkan kembali hubungan spiritual dan historis kader Ansor dengan para muassis NU. Sementara gowes menjadi simbol gerak aktif pemuda dalam menjaga persatuan dan energi kebangsaan,” kata Addin.

Doktor dari Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang itu menambahkan, pendekatan ini sengaja dipilih agar lebih relevan dengan generasi muda.

Menurutnya, kombinasi antara aktivitas fisik dan spiritual diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan lintas komunitas.

Agenda ini, lanjut Addin, menjadi bagian dari upaya konsolidasi kader muda Nahdlatul Ulama dengan pendekatan yang inklusif dan produktif.

Melalui peringatan Harlah ke-92, GP Ansor mengusung tema “Satukan Energi Pemuda Indonesia” sebagai penegasan komitmen organisasi dalam membangun karakter pemuda yang religius, nasionalis, dan berdaya saing.

“Melalui kegiatan ini, GP Ansor menegaskan komitmen untuk terus berperan aktif dalam membangun karakter pemuda yang religius, nasionalis, dan kompetitif,” tuturnya.
 

Pewarta: Jefri Hadi

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Jefri Hadi
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *