October 17, 2026

KH Ahmad Tajul Mafakhir: Kader NU Jangan Hanya Pikir Lokal, Harus Siap Menjawab Isu Global

0



Saifullah
– 27 April 2026 | 10:04 – Dibaca 0 kali

News
KH Ahmad Tajul Mafakhir: Kader NU Jangan Hanya Pikir Lokal, Harus Siap Menjawab Isu Global

Suasana Halal Bihalal MWCNU Tongas PCNU Kabupaten Probolinggo. (Saifullah/Suara Indonesia)

 BERITA PLUS, PROBOLINGGO – Keluarga besar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tongas menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi di Gedung Koperasi Desa Merah Putih, Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Minggu siang (26/04/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo Kiai Teguh Mahameru, Ra’is Syuriah MWC NU Tongas Kiai Mashuri Utsman, Camat Tongas, serta ratusan pengurus dan kader Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Tongas.

Momentum halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antar pengurus dan warga nahdliyin, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas peran strategis NU dalam menjaga agama, bangsa, dan peradaban.

Dalam tausiyahnya, Wakil Katib Syuriah PBNU, KH Ahmad Tajul Mafakhir Al-Ishaqi, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan wadah besar tempat umat berkumpul untuk menjadi kekuatan sosial yang mampu membantu program-program pemerintah yang berpihak kepada rakyat.

“NU adalah tempat kita berhimpun, menjadi kekuatan basis massa yang harus mampu mendukung program pemerintah yang pro rakyat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal berdirinya, NU tidak hanya hadir untuk mengurusi persoalan keagamaan di tingkat lokal, tetapi juga merespons dinamika nasional hingga internasional.

Menurutnya, NU lahir di tengah situasi dunia Islam yang mengalami guncangan besar, tepatnya ketika Dinasti Utsmaniyah runtuh. Para mu’assis NU saat itu berpikir jauh ke depan untuk menyelamatkan akidah umat Islam di tengah kekosongan peradaban Islam.

“Para pendiri NU tidak hanya memikirkan pesantrennya masing-masing, tetapi juga memikirkan kondisi Islam secara global. Mereka memiliki pandangan luas dan visi peradaban,” katanya.

Karena itu, ia berharap generasi penerus NU saat ini mampu melanjutkan pola pikir para pendiri dengan tidak hanya fokus pada persoalan umat di tingkat lokal, tetapi juga mampu melihat tantangan regional, nasional, hingga global.

KH Ahmad Tajul Mafakhir menambahkan, para mu’assis NU merupakan tokoh besar yang memiliki visi kenegaraan dan kebangsaan yang harus terus diwariskan dari generasi ke generasi.

 

Ia juga mengingatkan bahwa para kiai NU pada masa perjuangan kemerdekaan adalah pejuang bangsa yang ikut mempertahankan Indonesia. Namun setelah itu, mereka memilih kembali ke pesantren untuk mengabdi kepada umat.

 

“Mereka tidak memilih karier militer atau jabatan kekuasaan, tetapi kembali ke pesantren karena panggilan jiwa yang lebih besar, yakni mendidik santri dan mengurusi umat,” tuturnya.

 

Kegiatan Halal Bihalal MWC NU Tongas ini pun menjadi pengingat penting bahwa NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga kekuatan moral, sosial, dan kebangsaan yang terus berperan dalam menjaga persatuan bangsa. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Saifullah
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *