May Day Situbondo Berlangsung Kondusif, Dialog Sosial dan Aksi Kepedulian Warnai Peringatan
Syamsuri
– 02 May 2026 | 11:05 – Dibaca 0 kali
Dari berbagai elemen, termasuk perwakilan serikat pekerja, pimpinan perusahaan, foto bersama jajaran Forkopimda ( Foto : Syam/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, SITUBONDO – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Situbondo berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh kebersamaan. Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Rakyat Situbondo, Jumat (1/5/2026).
kegiatan tersebut diisi dengan dialog interaktif yang mempertemukan unsur pekerja, pemerintah daerah, pengusaha, dan aparat keamanan.
Mengangkat tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, acara tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai elemen, termasuk perwakilan serikat pekerja, pimpinan perusahaan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam sambutannya, Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang konstruktif antara seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan. Ia menilai forum dialog menjadi pendekatan yang efektif dalam menyerap aspirasi sekaligus merumuskan solusi secara bijak.
Menurutnya, peringatan May Day tidak semata bersifat seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran pekerja sebagai penggerak utama roda perekonomian daerah.
Ia juga menegaskan komitmen kepolisian untuk hadir sebagai mitra strategis yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis.
“Sinergi yang terjalin antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah harus terus dijaga demi menciptakan stabilitas serta mendorong kemajuan daerah,” ujarnya di hadapan peserta.
Selain itu, Kapolres turut mensosialisasikan layanan pengaduan cepat Call Center 110 serta pemanfaatan aplikasi Super App Polri sebagai sarana komunikasi masyarakat dengan kepolisian.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Bupati Situbondo yang diserahkan kepada perwakilan pekerja dan pengusaha sebagai simbol kebersamaan.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam menjaga iklim usaha yang sehat serta menekan angka pemutusan hubungan kerja melalui kebijakan yang berpihak pada keseimbangan kepentingan.
Dialog berlangsung terbuka dengan pembahasan berbagai isu ketenagakerjaan, termasuk regulasi perlindungan pekerja dalam Undang-Undang Cipta Kerja serta mekanisme penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang mempertimbangkan faktor inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai penutup, kegiatan dilengkapi dengan penyaluran 500 paket sembako kepada para pekerja sebagai bentuk kepedulian sosial. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai.
Voice
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Syamsuri |
| Editor | : Imam Hairon |
