October 17, 2026

Satgas MBG Blora Soroti Limbah dan Sisa Makanan di Tiga Dapur SPPG

0



Team Work
– 07 May 2026 | 07:05 – Dibaca 0 kali

News
Satgas MBG Blora Soroti Limbah dan Sisa Makanan di Tiga Dapur SPPG

Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini. (Foto: Dok. Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BLORA – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Blora menemukan sejumlah persoalan dalam pengelolaan tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah Yayasan Tirto Mirah Asih, mulai dari limbah hingga banyaknya sisa makanan penerima manfaat.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Selasa (5/5), Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini, menyoroti bau tidak sedap yang muncul dari area pengolahan hingga lokasi pembuangan limbah di dapur SPPG.

“Iya, ada bau, kemungkinan karena tidak ada angin,” ujarnya.

Selain persoalan limbah, Sri yang akrab disapa Bude Rini juga menemukan banyak makanan program MBG yang tidak habis dikonsumsi dan kembali ke dapur. Kondisi ini dinilai perlu segera dievaluasi oleh pengelola.

“Saya mengimbau menu makanan ke depan agar lebih baik lagi,” katanya.

Menurutnya, kualitas dan variasi menu perlu ditingkatkan agar sesuai dengan selera penerima manfaat, sehingga tidak menimbulkan pemborosan.

Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG Blora, Edi Widayat, menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan kepada pengelola untuk segera membenahi sistem pengelolaan limbah, khususnya pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Utamanya adalah IPAL harus segera disesuaikan dengan standar agar tidak mencemari lingkungan,” ujarnya.

Dari tiga dapur yang diperiksa, kondisi terburuk ditemukan di SPPG Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, di mana limbah cair sempat meluber dan menimbulkan bau menyengat hingga ke area sekitar.

Meski demikian, untuk dua dapur lainnya, yakni SPPG Kedungjenar 1 dan SPPG Kedungjenar 2, kondisi dinilai masih dapat ditoleransi karena pembangunan IPAL tengah berlangsung.

Satgas berharap seluruh pengelola dapat segera melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi sanitasi maupun kualitas makanan, guna memastikan program MBG berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

“Kita meluruskan yang salah dan membenarkan yang benar. Harapannya ke depan tidak ada lagi keluhan,” kata Sri.

Menanggapi hal tersebut, Wasono Basuki selaku mitra BGN sekaligus penanggung jawab ketiga dapur menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan, terutama dalam pengelolaan limbah.

“Pada prinsipnya kendala utama ada pada IPAL, namun kami sudah berupaya menjalankan sesuai ketentuan yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah memesan instalasi IPAL dan saat ini sedang dalam tahap pemasangan, khususnya di SPPG Sukorejo 2. Untuk mengatasi limbah yang sempat meluber, pihaknya juga telah melakukan penyedotan.

“Di SPPG Sukorejo 2, sudah mulai pemasangan. Untuk limbah cair yang sempat meluber, sudah kami antisipasi dengan penyedotan, kurang lebih dua tangki,” katanya.

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Team Work
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *