October 17, 2026

Anjing Lepas di Tiga Kawasan Surabaya: Relawan Digigit Saat Proses Evakuasi

0


News
Anjing Lepas di Tiga Kawasan Surabaya: Relawan Digigit Saat Proses Evakuasi

Proses evakuasi anjing lepas milik warga Kelurahan Sawahan dilakukan oleh pawang anjing dan tim rescue call center 112 dari BPBD Kota Surabaya.(Foto: Yulian/suaraindonesia.co.id)

 

 

SUARAINDONESIA,SURABAYA — Seekor anjing putih yang lepas dan berkeliaran di kawasan Simomulyo, Petemon IV, hingga Simo Katrungan, Surabaya, memicu keresahan warga setelah menggigit seorang relawan saat proses evakuasi berlangsung, Kamis (14/5/2026).

Peristiwa itu bermula ketika warga melihat anjing tersebut berkeliaran di lingkungan permukiman sejak selepas Magrib sekitar pukul 18.30 WIB. 

Hewan itu diketahui berjalan dari area Petemon menuju kawasan Simomulyo dan Simo Katrungan sehingga membuat warga khawatir karena berada di wilayah padat penduduk.

Sejumlah warga kemudian berinisiatif mencari pemilik anjing tersebut. Tak lama berselang, seorang pria yang diketahui bernama Hasan mendatangi warga sambil menanyakan keberadaan anjing peliharaannya yang berwarna putih.

“Tadi sekitar jam tujuh malam pemiliknya mencari. Dia bertanya apakah ada yang melihat anjing putih miliknya,” ujar Ketua RT 03 RW 14 Petemon IV, Kelurahan Sawahan, Kota Surabaya, Rabu (13/5/) malam.

Ketua RT yang diketahui bernama Ikwan itu mengatakan, selama ini anjing tersebut dikenal jarang keluar rumah dan biasanya berada di dalam kandang maupun area rumah pemiliknya.

“Anjing itu biasanya di dalam rumah terus, tidak pernah keluar. Makanya warga juga heran kok bisa sampai lepas,” katanya.

Menurutnya, lokasi tempat tinggal pemilik berada di wilayah Petemon IV, Kecamatan Sawahan, namun area permukiman tersebut masih berdekatan dengan kawasan Simo Katrungan dan Simomulyo.

“Pemiliknya kebetulan warga saya, namanya Prayitno. Orangnya sudah lansia, di jalan Simo Katrungan masuk wilayah RT 03 RW 14 Kelurahan Sawahan, Kota Surabaya,” terang Ikwan.

Kondisi semakin ramai ketika warga khawatir anjing tersebut dapat membahayakan masyarakat apabila terus berkeliaran tanpa pengawasan. 

Sejumlah warga meminta agar hewan itu segera diamankan dan tidak dilepas bebas di lingkungan padat penduduk.

“Anjing itu tidak boleh dilepas begitu saja karena bisa mengganggu orang lain,” ujar salah seorang warga.

Karena situasi dianggap berpotensi membahayakan, warga kemudian menghubungi Sugeng, relawan yang dikenal sering membantu penanganan hewan liar dan kegiatan rescue di lingkungan sekitar.

Sugeng datang ke lokasi sekitar pukul 23.00 WIB setelah menerima telepon dari pihak kelurahan dan warga setempat.

“Biasanya saya memang sering diminta membantu menangani anjing liar, ular, atau hewan lain,” kata Sugeng.

Saat proses evakuasi berlangsung, Sugeng mencoba menenangkan anjing tersebut dengan memasukkan tali ke bagian lehernya. Awalnya hewan itu terlihat tenang dan tidak agresif.

“Itu Pak Sugeng yang memasukkan tali ke leher anjingnya,” ujar warga.

Namun situasi berubah ketika banyak warga mulai mengerumuni lokasi. Sugeng menduga anjing itu mengalami stres sehingga tiba-tiba menggigit tangannya saat tali hendak dikencangkan.

“Mungkin anjingnya stres karena banyak orang. Saat talinya saya kencangkan sedikit, langsung menggigit,” ujarnya.

Warga yang panik segera membawa Sugeng ke Rumah Sakit BDH Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis. Korban kemudian disarankan menjalani suntikan antirabies sebagai langkah pencegahan.

Namun, Sugeng mengaku sempat kesulitan memperoleh vaksin antirabies karena stok di beberapa rumah sakit disebut kosong.

“Setelah dari BDH saya cari ke UGD Unair, tapi vaksinnya juga kosong. Sekarang masih menunggu informasi rumah sakit yang menyediakan vaksin antirabies,” katanya.

Saat ini Sugeng masih menjalani pemantauan kondisi kesehatan di rumah sambil menunggu vaksin antirabies tersedia. 

“Sekarang saya di rumah sambil menunggu kabar vaksin antirabies tersedia,” ujar Sugeng.

Kekhawatiran warga semakin besar karena belum diketahui apakah anjing tersebut terindikasi rabies atau tidak.

“Kalau sampai ada rabies tentu berbahaya karena bisa menular dan mengancam keselamatan warga,” kata Robby, warga Pakis yang dikenal sebagai pawang anjing.

Robby menegaskan pemilik hewan peliharaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan hewan tetap berada dalam pengawasan.

“Kalau hewan dipelihara lalu sampai berkeliaran dan mencelakakan warga, tentu ada tanggung jawab pemiliknya,” ujarnya.

Sementara itu, Hasan membantah tudingan bahwa dirinya sengaja melepas anjing tersebut. Ia mengaku sudah mencari hewan peliharaannya selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan warga.

“Saya tidak melepas. Lepasnya sendiri,” kata Hasan kepada warga di lokasi.

Setelah insiden terjadi, warga bersama tim rescue dan tim K9 berupaya mengamankan anjing tersebut agar tidak kembali membahayakan masyarakat sekitar. 

Warga juga meminta agar hewan itu tetap diperlakukan dengan baik dan tidak disakiti selama proses penanganan berlangsung.

Penanganan kasus tersebut juga disebut telah dikoordinasikan dengan tim darurat 112 dan BPBD Kota Surabaya.

 

 

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Jefri Hadi
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *