October 17, 2026

Pemuda Tak Boleh Pasif, OKP Jadi Motor Perubahan Bangsa

0


News
Pemuda Tak Boleh Pasif, OKP Jadi Motor Perubahan Bangsa

Para Pemateri Seminar bertajuk “Peran Organisasi Kepemudaan dalam Membangun Karakter Generasi Muda” yang digelar di Kepanjen Malang, Jumat (15/5/2026).(Foto: Aditya Mahatva Yodha/ Suara Indonesia).

BERITA PLUS, MALANG – Dua pilar utama dinilai menjadi fondasi penting dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045, yakni pembangunan karakter generasi muda serta penguatan peran Organisasi Kepemudaan (OKP). Gagasan tersebut mengemuka dalam seminar bertajuk “Peran Organisasi Kepemudaan dalam Membangun Karakter Generasi Muda” yang digelar di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (15/5/2026).

Dalam forum tersebut, Presidium Majelis Alumni IPNU, Agus Sa’dullah, menegaskan bahwa tantangan globalisasi yang semakin kompleks menuntut generasi muda memiliki karakter kuat agar tidak terjebak dalam degradasi moral maupun lunturnya semangat nasionalisme. Menurutnya, pembangunan jati diri pemuda harus berpijak pada lima nilai utama, yakni religiusitas, integritas, nasionalisme, kemandirian, dan gotong royong.

Sa’dullah menilai penguatan karakter bukan lagi sekadar konsep teoritis, melainkan kebutuhan mendesak untuk melahirkan generasi yang tangguh, jujur, serta memiliki etos kerja tinggi di tengah persaingan global yang semakin ketat. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa karakter yang baik membutuhkan ruang aktualisasi yang tepat agar potensi generasi muda tidak terpendam begitu saja.

“Karakter yang kuat tanpa wadah aktualisasi hanya akan menjadi potensi yang terpendam. Di sinilah Organisasi Kepemudaan mengambil peran krusial,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Rektor STIT Ibnu Sina sekaligus Alumni PC IPPNU periode 1999–2001, Noer Rohmah. Ia menegaskan bahwa organisasi kepemudaan merupakan laboratorium kepemimpinan yang nyata sekaligus motor penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, OKP memiliki fungsi strategis sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan publik, ruang pengasahan kepemimpinan generasi muda, hingga benteng penjaga ideologi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Noer Rohmah berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus memberikan dukungan terhadap eksistensi organisasi kepemudaan melalui pendampingan serta fasilitasi yang berkelanjutan. Dukungan tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan organisatoris dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai NasDem, Jajuk Rendra Kresna, menekankan bahwa pemuda memiliki posisi strategis sebagai pilar demokrasi sekaligus calon pemimpin masa depan. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak bersikap pasif terhadap dinamika sosial dan politik di daerahnya.

“Pemuda tidak boleh pasif. Mereka harus terlibat aktif dalam dinamika sosial-politik demi menentukan arah masa depan daerah,” tegasnya.

Dorongan penguatan karakter pemuda dan organisasi kepemudaan tersebut sejalan dengan berbagai agenda nasional dalam menyambut Indonesia Emas 2045. Sejumlah forum kepemudaan dan lembaga nasional juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia unggul, penguatan nasionalisme, serta kesiapan menghadapi bonus demografi menuju satu abad kemerdekaan Indonesia. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *