October 18, 2026

Nasabah PNM ULaMM di Bali Ubah Limbah Kayu Pantai Jadi Kerajinan Tembus Pasar Ekspor

0


News
Nasabah PNM ULaMM di Bali Ubah Limbah Kayu Pantai Jadi Kerajinan Tembus Pasar Ekspor

Wayan didampingi pegawai PNM menunjukkan olahan limbah kayu pantai yang dijadikan kerajinan bernilai ekspor. (Foto: Istimewa).

BERITA PLUS, BALI – Tumpukan kayu yang terbawa ombak dan terdampar di pesisir pantai Bali dimanfaatkan oleh Wayan Sudira menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Melalui usaha Ulu Sari Handicraft, limbah kayu laut diolah menjadi berbagai produk dekorasi yang kini dipasarkan hingga ke luar negeri.

Wayan, yang merupakan nasabah PNM ULaMM Denpasar, melihat limbah kayu pantai tidak hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga peluang usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Usaha tersebut dijalankan di kawasan Tegallalang dan berkembang sejak mendapatkan pembiayaan serta pendampingan usaha dari PNM ULaMM pada 2017.

Selain membantu mengurangi sampah pantai, usaha kerajinan itu juga dinilai sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta pelestarian ekosistem laut.

Kini, Ulu Sari Handicraft memiliki dua workshop di Singaraja dan Tegallalang dengan total puluhan pekerja. Sebagian karyawan merupakan warga sekitar dan mantan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja saat pandemi COVID-19.

Di tengah kondisi ekonomi yang sempat melemah saat pandemi, permintaan produk kerajinan milik Wayan justru meningkat dari pasar internasional. Produk berbahan limbah kayu laut itu rutin dikirim ke sejumlah negara seperti Australia, Selandia Baru, Prancis, Belgia, Belanda, Jerman, hingga Amerika Serikat.

Bagi Wayan, perkembangan usahanya bukan sekadar capaian bisnis, tetapi juga bentuk rasa syukur karena dapat menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Semua ini titiang yakini karena jalan Tuhan. Dari kayu yang terbuang, astungkara bisa menjadi rezeki untuk keluarga, untuk karyawan, dan untuk orang-orang di sekitar. Jadi yang bisa kami lakukan adalah terus bersyukur, menjaga kepercayaan, dan bekerja sebaik-baiknya,” ujar Wayan.

PNM menilai kisah usaha tersebut menjadi salah satu contoh pemberdayaan UMKM yang tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.

Melalui semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM terus mendorong pelaku usaha mikro dan kecil agar berkembang sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *