Warga Tuban Antusias Nobar Film ‘Pesta Babi’ di Balai Wartawan
Irqam
– 17 May 2026 | 18:05 – Dibaca 272 kali
Warga Tuban antusias nonton bareng film dokumenter berjudul ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’ di balai wartawan. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, TUBAN – Warga Tuban, Jawa Timur tampak antusias mengikuti nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’. Pemutaran film dokumenter itu digelar di Balai Wartawan yang berada di Jalan Pramuka No. 1, Kelurahan Sidorejo.
Nobar film karya sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu diinisiasi sejumlah jurnalis, tokoh masyarakat dan akademisi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Tuban.
Meski hujan deras mengguyur Tuban, tak menyurutkan semangat para peserta untuk menyaksikan film ‘Pesta Babi’ hingga selesai.
Ayu (28), salah seorang penonton asal Tambakboyo mengaku film itu memberikan banyak refleksi sekaligus membuka wawasan baru terkait dampak pembangunan di berbagai daerah.
Menurutnya, film ‘Pesta Babi’ juga menjadi pengingat agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi sosial di Papua maupun daerah lain yang terdampak pembangunan.
“Bagi saya pribadi, film ini menjadi refleksi sekaligus pembelajaran yang membuka wawasan. Dari film ini, kita jadi melihat bahwa di balik berbagai program strategis nasional yang selama ini dianggap menguntungkan, ternyata ada korban dan dampak yang dirasakan masyarakat,” ujar Ayu.
Usai menonton film, perempuan pencinta alam itu juga mengajak masyarakat untuk ikut menyaksikan film ‘Pesta Babi’ sebagai bahan edukasi dan pembelajaran.
Ia menilai masyarakat perlu memahami di balik berbagai program pemerintah atau kebijakan yang terlihat baik, ternyata masih ada dampaknya.
“Program pemerintah atau suatu kebijakan yang sebetulnya bagus, tapi ternyata kadang salah secara mekanismenya dan juga mungkin perlu pertimbangan,” imbuhnya.
Sementara itu, penyelenggara nobar, Suwanto mengatakan nobar film ‘Pesta Babi’, digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi yang terjadi di Papua bagaimana negara menghabisi hutan.
“Bagaimana negara menghabisi hutan di Papua. Hal seperti ini sebenarnya tidak hanya bisa terjadi di Papua, tetapi juga berpotensi terjadi di daerah lain, termasuk di Tuban,” ungkapnya.
Melalui nobar film ‘Pesta Babi’ itu, ia berharap semakin banyak masyarakat Kabupaten Tuban yang menonton dan memahami isu-isu sosial yang diangkat dalam film tersebut.
“Kami berharap semakin banyak orang yang menonton film ini, sehingga masyarakat bisa lebih sadar dalam menyikapi berbagai dinamika yang terjadi di negara ini,” tandasnya.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Irqam |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
