October 17, 2026

Harga Daging di Sumenep Masih Stabil, Diperkirakan Naik H-3 Lebaran

0


Peristiwa
Harga Daging di Sumenep Masih Stabil, Diperkirakan Naik H-3 Lebaran

Kios daging di pasar Anom Sumenep. Foto: Wildan/suaraindonesia.co.id.

BERITA PLUS, SUMENEP – Harga daging sapi dan ayam di Kabupaten Sumenep masih terpantau stabil menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Meski demikian, angka tersebut diprediksi akan mengalami kenaikan memasuki H-3 lebaran.

Berdasrkan informasi yang diterima dari sejumlah pedagang daging, saat pelaksanaan operasi pasar oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep bersama Polres dan sejumlah organisasi perangkat daerah teknis, harga daging sapi menjelang hari raya umumnya naik sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram dibanding harga normal.

Sekretaris TPID Kabupaten Sumenep Dadang Dedy Iskandar mengatakan, harga daging sapi murni saat ini berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Sementara ayam potong dijual Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram dan ayam kampung mencapai Rp100 ribu per ekor.

Meski ada potensi kenaikan harga, TPID memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat, termasuk daging dan ayam, masih dalam kondisi aman hingga Iduladha nanti.

“Dari hasil pemantauan yang kita lakukan, ada beberapa komoditas memang yang mengalami kenaikan,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Dadang menjelaskan, pemantauan pasar terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang terlalu tinggi sekaligus memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar.

Selain daging, TPID juga memantau sejumlah komoditas lain seperti telur ayam yang berada di angka Rp27 ribu per kilogram, gula pasir Rp18.500 per kilogram, dan beras medium jenis mentik Rp12.600 per kilogram.

Selanjunya, sejumlah komoditas bumbu dapur juga mulai mengalami kenaikan harga. Cabai rawit kini berada di kisaran Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah besar keriting dijual Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada bawang merah yang berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Bahkan bawang merah asal Probolinggo disebut telah menyentuh harga Rp50 ribu per kilogram.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang berpotensi memicu panic buying di pasaran. TPID Sumenep memastikan pengawasan harga dan stok bahan pokok akan terus diperkuat hingga mendekati hari raya guna menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.

“Dari beberapa hasil pemantauan, kita pastikan masyarakat ini harus bijak membelanjakan terhadap semua komoditas agar jangan sampai terjadi panic buying. Karena sementara dari beberapa stok yang ada masih aman menghadapi Iduladha,” tandasnya.(*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *