October 17, 2026

KUB Bank Jatim Perkuat Transformasi Digital dan Sinergi BPD Nasional

0



Redaksi
– 23 May 2026 | 08:05 – Dibaca 61 kali

Advertorial
KUB Bank Jatim Perkuat Transformasi Digital dan Sinergi BPD Nasional

Kegiatan Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026 Bank Jatim bersama seluruh anggota Kelompok Usaha Bank (KUB). (Foto: dok. Suara Indonesia)

BERITA PLUS, SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim memperkuat strategi transformasi digital dan kolaborasi antar-Bank Pembangunan Daerah (BPD) melalui Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026 bersama seluruh anggota Kelompok Usaha Bank (KUB). 

Forum yang berlangsung di Jakarta pada 20–21 Mei 2026 itu menjadi langkah konsolidasi penting untuk memperkuat daya saing perbankan daerah di tengah percepatan digitalisasi industri keuangan dan meningkatnya tekanan kompetisi sektor perbankan nasional.

Rakerta tersebut mempertemukan jajaran pemerintah daerah, regulator, komisaris, direksi, hingga pimpinan seluruh anggota KUB Bank Jatim guna menyusun strategi bersama menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin dinamis. 

Fokus pembahasan mencakup penguatan fundamental bisnis, percepatan transformasi digital, pengembangan ekosistem layanan keuangan terintegrasi, hingga peningkatan tata kelola perusahaan.

Hadir dalam agenda tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama sejumlah kepala daerah anggota KUB, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pimpinan bank daerah yang tergabung dalam skema kolaborasi tersebut. 

Saat ini, anggota KUB Bank Jatim terdiri atas Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank Sultra, Bank NTT, dan Bank Banten.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, Rakerta 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi bisnis antaranggota KUB sekaligus mempercepat transformasi layanan keuangan berbasis digital.

Menurut Winardi, penguatan kolaborasi antar-BPD menjadi kebutuhan mendesak agar bank daerah mampu bertahan sekaligus tumbuh di tengah perubahan perilaku nasabah, disrupsi teknologi, dan persaingan dengan perusahaan financial technology (fintech).

“Melalui rapat kerja tahunan ini, seluruh anggota KUB Bank Jatim berkomitmen memperkuat sinergi bisnis, meningkatkan daya saing, serta mendorong inovasi layanan keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Bank Jatim juga menegaskan fokus strategi bisnis tahun 2026 yang mencakup percepatan digitalisasi layanan, penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta optimalisasi potensi ekonomi daerah melalui kerja sama antaranggota KUB.

Selain menjadi forum penyusunan strategi bisnis, Rakerta tersebut turut dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi kinerja tahun sebelumnya. 

Sejumlah agenda utama yang dibahas meliputi penguatan infrastruktur teknologi informasi, efisiensi operasional, pengembangan layanan digital terintegrasi, hingga penguatan sistem keamanan siber.

Winardi menilai skema KUB tidak hanya penting dalam memperkuat struktur permodalan bank daerah, tetapi juga membuka ruang transformasi kelembagaan dan peningkatan daya saing BPD di era ekonomi digital.

Menurut dia, sinergi antarbank daerah melalui KUB akan memperluas akses layanan keuangan masyarakat, memperkuat ketahanan industri perbankan daerah, sekaligus menciptakan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

“Sinergi melalui KUB akan memperluas akses layanan keuangan, memperkuat daya tahan industri perbankan daerah, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Winardi.

Dalam forum tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai KUB Bank Jatim memiliki peluang besar menjadi model kolaborasi nasional bagi sektor perbankan daerah.

Menurut Emil, penguatan KUB tidak boleh dipandang sekadar sebagai pemenuhan regulasi industri perbankan, melainkan harus menjadi strategi transformasi bersama untuk meningkatkan daya saing dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya yakin KUB Bank Jatim dapat menjadi role model nasional, menghadirkan kolaborasi yang sehat dan produktif, memperkuat konektivitas ekonomi Indonesia Timur, serta memberikan multiplier effect bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan industri perbankan saat ini semakin kompleks. Perlambatan ekonomi global, disrupsi teknologi, perubahan pola transaksi masyarakat, hingga ancaman risiko siber menuntut BPD untuk tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

Karena itu, Emil menilai penguatan skala bisnis, kolaborasi, dan sinergi antardaerah menjadi langkah penting agar BPD tetap relevan dan kompetitif dalam jangka panjang.

Emil juga mengapresiasi capaian kinerja Bank Jatim sepanjang Tahun Buku 2025 yang dinilai solid dan resilien. Pertumbuhan aset, kredit, dana pihak ketiga, hingga laba dinilai menunjukkan fondasi bisnis yang cukup kuat untuk menopang ekspansi usaha ke depan.

Di sisi transformasi digital, Bank Jatim mencatat lebih dari 993 ribu pengguna aplikasi JConnect. Nilai transaksi digital bank tersebut mencapai Rp65,77 triliun, sementara transaksi QRIS tumbuh 60,76 persen secara tahunan atau year on year.

Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah, dan Perbankan Daerah OJK Defri Andri mengatakan, BPD saat ini masih memiliki ketahanan yang cukup kuat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Defri, kondisi tersebut tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BPD yang tercatat sebesar 26,19 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata industri perbankan nasional sebesar 25,09 persen.

Dengan skema KUB, lanjutnya, penguatan struktur permodalan BPD diharapkan semakin optimal karena bank yang telah memiliki fundamental kuat dapat mendukung pengembangan BPD lain yang masih bertumbuh.

“Sinergi bisnis dalam KUB diharapkan tidak hanya terbatas pada aktivitas perbankan, tetapi juga mampu mendorong sinergi ekonomi antar-daerah,” ujarnya. (Adv)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Redaksi
Editor : Satria Galih Saputra





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *