October 17, 2026

Masjid Al Akbar Distribusikan Kurban Sapi Ongole Presiden dan Belgian Blue Khofifah

0


Peristiwa
Masjid Al Akbar Distribusikan Kurban Sapi Ongole Presiden dan Belgian Blue Khofifah

Gubernur Jatim dan Wakil tandai distribusi hewan kurban kepada pengurus Masjid Al Akbar Surabaya di moment hari raya Iduladha 1447 H/2026. (Foto: Humas Masjid Agung Surabaya/suaraindonesia.co.id)

 

SUARAINDONESIA, SURABAYA — Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menyembelih sebanyak 23 ekor sapi dan 49 ekor kambing pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026).

Hewan kurban tersebut termasuk sapi bantuan Presiden RI Prabowo Subianto dan sapi milik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang didistribusikan kepada masyarakat melalui Masjid Al Akbar Surabaya, Kamis (28/5/2026).

Hewan kurban bantuan Presiden dan Gubernur Jawa Timur tersebut merupakan bantuan rutin tahunan yang diserahkan kepada Ketua Badan Pengelola Masjid Nasional Al Akbar Surabaya KH M Sudjak pada momentum Iduladha.

Sapi bantuan Presiden Prabowo berjenis Peranakan Ongole (PO) berusia enam tahun dengan tinggi 155,5 sentimeter, panjang badan 174 sentimeter, dan bobot mencapai 1,1 ton.

Sapi jumbo tersebut merupakan hasil ternak milik Akhmad Ritaudin, peternak asal Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. 

Jenis sapi Peranakan Ongole dikenal sebagai plasma nutfah asli Indonesia yang banyak dikembangkan di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban.

Menurut Khofifah, sapi PO memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan tropis serta daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit.

Selain itu, lanjutnya jenis sapi tersebut mampu memanfaatkan pakan berbasis limbah pertanian sehingga banyak dikembangkan oleh peternak lokal.

“Sapi Peranakan Ongole ini merupakan sumber daya genetik hewan asli Indonesia yang sangat adaptif terhadap kondisi lingkungan panas, pakan limbah pertanian, serta memiliki daya tahan terhadap penyakit,” ujar Khofifah.

Selain menyerahkan sapi bantuan Presiden, Khofifah juga menyalurkan sapi kurban miliknya kepada Sekretaris Masjid Nasional Al Akbar Surabaya H Helmy Noor.

Sapi kurban milik Khofifah tersebut berjenis Belgian Blue berusia empat tahun dengan tinggi 145 sentimeter, panjang badan 200 sentimeter, dan berbobot sekitar satu ton.

Sapi Belgian Blue itu dipilih langsung dari peternak asal Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Faisal Efendi. 

Jenis Belgian Blue dikenal memiliki karakteristik otot ganda atau double muscles yang membuat produksi daging lebih padat dan rendah lemak dibandingkan sapi pada umumnya.

“Sapi ini memiliki ciri khas tubuh padat dengan otot bertumpuk atau dikenal sebagai double muscles yang tidak dimiliki jenis sapi lain. Tingkat pertumbuhannya cepat dan produksi dagingnya lebih padat serta rendah lemak,” katanya.

Khofifah mengatakan momentum Iduladha tidak hanya berkaitan dengan ibadah kurban semata, tetapi juga mengandung nilai sosial dan kemanusiaan melalui semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia mengapresiasi masyarakat yang turut menyalurkan hewan kurban melalui Masjid Nasional Al Akbar Surabaya agar distribusi daging kurban dapat menjangkau lebih banyak warga.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang menitipkan hewan kurban di Masjid Nasional Al Akbar. Semoga seluruh amal ibadah diterima Allah SWT,” ucapnya.

Selain itu, hewan kurban Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak diserahkan kepada Takmir Masjid Islamic Center Surabaya. 

Sementara hewan kurban Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur disalurkan kepada Takmir Masjid Nasional Baitul Hamdi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan ketersediaan hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi.

Berdasarkan proyeksi Pemprov Jatim, kebutuhan hewan kurban tahun 2026 mencapai 427.060 ekor.
Jumlah tersebut terdiri atas 70.550 ekor sapi, 297.900 ekor kambing, 58.600 ekor domba, dan 10 ekor kerbau. 

Pemprov Jatim juga memastikan seluruh sentra peternakan telah menjalani vaksinasi, biosekuriti, serta pengobatan ternak guna menjaga kesehatan hewan kurban.

“Alhamdulillah, stok hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup, aman, dan sehat. Vaksinasi, biosekuriti, serta pengobatan ternak telah dilakukan di berbagai sentra peternakan,” tegasnya.

Pada tahun 2026, Provinsi Jawa Timur menerima Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) dari Sekretariat Kepresidenan berupa 39 ekor sapi kurban yang dialokasikan untuk pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Timur.

Untuk mendukung pelaksanaan kurban, Pemprov Jawa Timur menyiagakan sekitar 5.000 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban yang berasal dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi profesi.

Selain itu, terdapat 2.318 lapak penjualan hewan kurban, 208 pasar hewan, 133 Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R), dan lebih dari 25 ribu titik pemotongan hewan kurban terdaftar di berbagai wilayah Jawa Timur.

Khofifah menyebut tren penjualan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Menurut dia, perkembangan ekosistem digital turut membantu peternak memperluas pasar penjualan hewan kurban sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh hewan kurban berkualitas.

“Banyak peternak kini memanfaatkan sistem digital dalam penjualan. Ekosistem digital ini sangat membantu, baik bagi peternak maupun pembeli,” pungkasnya.

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Jefri Hadi
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *