Sosialisasi Empat Pilar, Mufti Anam Ajak Generasi Muda Banyuwangi Jadi Pelopor Nilai Pancasila di Ruang Digital
Mufti Anam saat menyampaikan materi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan, Karangdoro, Banyuwangi. (Foto: Istimewa).
BERITA PLUS, BANYUWANGI – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengajak generasi muda memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan nilai-nilai kebangsaan. Hal itu disampaikannya dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan, Karangdoro, Banyuwangi, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari kalangan pendidik, mahasiswa, pengurus pesantren, hingga tenaga kependidikan dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan.
Dalam sosialisasi bertema Trendsetter Digital dan Aktor Utama Pancasila itu, Mufti Anam menekankan pentingnya penguatan karakter kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial.
Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding masa sebelumnya. Kemajuan teknologi membawa banyak manfaat, namun juga membuka peluang munculnya informasi menyesatkan, ujaran kebencian, hingga paham-paham yang dapat mengancam persatuan bangsa.
“Generasi muda Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi digital. Mereka harus menjadi trendsetter digital yang mampu menciptakan konten positif, menyebarkan semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong, serta menjadi aktor utama dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di ruang digital maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus diperkuat sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, ancaman terhadap persatuan bangsa kini tidak hanya datang dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui penyebaran hoaks, disinformasi, hingga radikalisme yang berkembang di ruang digital.
“Di tengah derasnya arus informasi, generasi muda harus menjadi benteng nilai-nilai kebangsaan. Pancasila harus hadir dalam cara kita bermedia sosial, berdiskusi, menghargai perbedaan, dan membangun kolaborasi untuk kemajuan bangsa,” tambahnya.
Ketua panitia kegiatan, Muhammad Ali Wafa, mengatakan tema yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan generasi muda yang saat ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi digital.
Ia berharap sosialisasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran peserta untuk menggunakan teknologi secara bijak sekaligus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum sosialisasi, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pemanfaatan teknologi harus dibarengi dengan penguatan karakter kebangsaan. Pesantren, sekolah, perguruan tinggi, dan seluruh elemen pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual, berakhlak, serta berkomitmen terhadap nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas literasi digital, pendidikan karakter, serta peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa di era transformasi digital. Peserta juga diajak memahami implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun aktivitas di media sosial. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
