October 17, 2026

Bupati Haris Ukir Sejarah, Dewan Kebudayaan Probolinggo Dilantik di Panggung Alam Bromo Sunset

0



Saifullah
– 18 July 2026 | 21:07 – Dibaca 0 kali

News
Bupati Haris Ukir Sejarah, Dewan Kebudayaan Probolinggo Dilantik di Panggung Alam Bromo Sunset

Bupati Probolinggo Gus Haris saat melantik dewan Kebudayaan. (Foto: Saifullah/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo mencatat sejarah baru dalam pengembangan sektor kebudayaan. Untuk pertama kalinya, pelantikan Pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo masa bakti 2025–2030 digelar di kawasan wisata Gunung Bromo, tepatnya di Seruni Point, Sabtu (18/7/2026).

Prosesi yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bromo Sunset itu berlangsung dengan latar panorama pegunungan yang memukau.

Hamparan langit senja dan kemegahan Bromo menghadirkan suasana sakral, sekaligus menegaskan keterkaitan erat antara pelestarian budaya dan kekayaan alam Kabupaten Probolinggo.

Pelantikan dipimpin langsung Bupati Probolinggo, Gus dr M. Haris. Mahdi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, dipercaya memimpin Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo untuk lima tahun ke depan.

Dalam prosesi tersebut, seluruh pengurus mengucapkan ikrar sebagai bentuk komitmen menjaga, mengembangkan, dan memajukan nilai-nilai budaya daerah di tengah tantangan modernisasi.

Momentum itu menjadi simbol dimulainya babak baru penguatan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Bupati Haris menegaskan Dewan Kebudayaan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan arah pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, budaya merupakan identitas daerah yang harus terus dirawat agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. “Pelantikan di Seruni Point menjadi pesan bahwa pelestarian budaya tidak dapat dipisahkan dari potensi pariwisata,” ujar Gus Haris.

Ia menambahkan, kawasan Bromo tidak hanya dikenal karena keindahan lanskapnya, tetapi juga menyimpan kekayaan tradisi, seni, adat istiadat, serta kearifan lokal masyarakat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Mahdi, mengatakan kepengurusan periode 2025–2030 akan memprioritaskan penguatan ekosistem kebudayaan melalui kolaborasi dengan pemerintah, seniman, budayawan, komunitas, hingga generasi muda.

Selain mendorong pelestarian tradisi lokal, Dewan Kebudayaan juga akan membuka ruang yang lebih luas bagi para pelaku seni sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Probolinggo ke tingkat nasional maupun internasional.

“Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo. Di tempat yang menjadi ikon wisata dunia ini, kami semakin termotivasi untuk menjaga identitas dan mengangkat kearifan budaya lokal,” kata Mahdi.

Pelantikan yang disaksikan masyarakat dan wisatawan itu menjadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung menilai pemilihan Bromo sebagai lokasi pelantikan bukan sekadar menghadirkan keindahan visual, melainkan juga memperkuat pesan bahwa alam dan budaya merupakan dua aset utama yang harus dijaga secara beriringan.

Saat matahari perlahan tenggelam di balik gugusan pegunungan Bromo, prosesi pelantikan berakhir dengan meninggalkan optimisme baru.

Momentum bersejarah tersebut diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai gagasan dan langkah nyata untuk memperkuat eksistensi kebudayaan Kabupaten Probolinggo sebagai identitas yang terus hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat lintas generasi. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Saifullah
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *