Hadiri Pengajian Muhammadiyah Malang, Mendikdasmen Janji Perbaiki Status Guru secara Bertahap
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti usai melakukan peletakan batu pertama pengembangan lokasi SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang, Minggu (9/8/2026). (Foto: Aditya Mahatva Yodha/ Suara Indonesia)
BERITA PLUS, MALANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru secara bertahap.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Pengajian Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Minggu (9/8/2026).
Langkah ini diambil guna memperbaiki status dan kualifikasi para tenaga pendidik di Indonesia.
“Terkait kesejahteraan guru terus kita tingkatkan, tapi tentu memang secara bertahap ya, sifatnya bertahap, dan kita terus berusaha untuk memperbaiki status dari para guru itu supaya menjadi lebih baik lagi,” ujar Abdul Mu’ti kepada awak media.
Pernyataan Mendikdasmen tersebut sejalan dengan realisasi program prioritas Kemendikdasmen.
Pemerintah telah merealisasikan kenaikan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan, sementara guru berstatus ASN menerima tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok.
Guna memangkas birokrasi, seluruh dana tunjangan tersebut kini langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru setiap bulannya.
Selain aspek finansial, Kemendikdasmen pada tahun anggaran 2026 ini juga memperluas target program beasiswa kualifikasi S-1/D-IV hingga menjangkau 150.000 guru melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Adapun kebijakan ini dibarengi dengan penyederhanaan sistem pelaporan e-kinerja agar para guru tidak lagi terbebani oleh urusan administrasi yang rumit dan bisa lebih fokus pada kualitas pengajaran di kelas.
Acara pengajian daerah ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus organisasi dan Banom Muhammadiyah tingkat daerah, serta jajaran guru dari lembaga pendidikan Muhammadiyah se-Kabupaten Malang.
Melalui momentum ini, Abdul Mu’ti berharap berbagai transformasi kebijakan yang digulirkan pusat dapat disambut dengan peningkatan kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru di tingkat daerah. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Alfiana Putri |
