October 16, 2026

Stok Bulog Tegal Tembus 123 Ribu Ton, 1 Juta KPM Bakal Terima Beras Bantuan Pangan 30 Kg

0


News
Stok Bulog Tegal Tembus 123 Ribu Ton, 1 Juta KPM Bakal Terima Beras Bantuan Pangan 30 Kg

DKP3 Kabupaten Tegal melakukan pengecekan kualitas beras di gudang bulog Munjung Agung Tegal jelang penyaluran program bantuan pangan. (Foto : Istimewa)

BERITA PLUS, TEGAL – Kabar baik datang untuk warga kurang mampu di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan. Bantuan pangan beras tahap II tahun 2026 mulai disalurkan pekan ini oleh Bulog Cabang Tegal.

Sebanyak 1 juta lebih Keluarga Penerima Manfaat atau KPM bakal menerima beras 30 kg sekaligus. Jumlah itu merupakan jatah 3 bulan: Juli, Agustus, dan September 2026. Supaya praktis, beras dikemas dalam 3 karung kecil 10 kilogram.

Pimpinan Cabang Bulog Tegal, Agung Rohman, memastikan distribusi sudah berjalan bertahap dan akan dikebut ke seluruh desa di kota dan kabupaten mulai minggu depan.

“Kami ditugaskan menyalurkan ke lebih dari 1 juta penerima sekaligus untuk 3 bulan. Target rampung September, jadi penerima punya cadangan pangan aman sampai akhir tahun,” kata Agung di Tegal, Kamis (13/8/2026).

Gudang Penuh, Serapan Melebihi Target

Kelancaran program ini tak lepas dari stok yang sedang melimpah. Gudang Bulog Tegal saat ini menampung sekitar 123.000 ton beras setara.

Angka itu terdongkrak setelah Bulog menyerap gabah dan beras petani sebanyak 97.000 ton lebih sejak awal musim panen.

“Serapan itu bikin total stok kami naik jadi 123 ribu ton. Ini juga bukti produksi padi di wilayah kita naik,” ujar Agung.

Bahkan realisasi penyerapan gabah disebutnya sudah tembus di atas 100% dari target awal. Proses penyerapan masih berlanjut karena beberapa wilayah masih panen.

Dengan cadangan sebesar ini, Bulog optimis penyaluran bantuan dan operasi pasar bisa terus jalan hingga pertengahan 2027. 

Selain disalurkan sebagai bantuan, stok juga digunakan untuk menstabilkan harga lewat beras SPHP yang dijual lebih murah ke masyarakat umum.

“Kami berharap program bantuan pangan ini bisa lanjut lagi di 2027, supaya ketahanan pangan warga tetap terjaga,” pungkasnya.

Penyaluran tahap II diprioritaskan bagi KPM berpendapatan rendah yang datanya sudah masuk DTKS. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wiwit Kuncoro
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *