Gempa Magnitudo 7,7 Sebabkan 3.942 Rumah Rusak, 19.737 Jiwa Mengungsi Mandiri
Salah Satu Rumah Warga Mengalami Kerusakan Akibat Gempa Bumi Magnitudo 7,7 Skala Richter. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS – Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka Margaretha M.D.M. Bapa memaparkan bahwa gempa bumi Magnitudo 7,7 skl, berdampak pada seluruh wilayah Kabupaten Sikka. Sebanyak 21 kecamatan terdampak dengan total sekitar 352.000 jiwa merasakan dampak gempa.
Berdasarkan data sementara Senin, (24/8/2026) sebanyak 3.942 rumah warga mengalami kerusakan, terdiri atas 854 rumah rusak berat, 824 rumah rusak sedang dan 2.264 rumah rusak ringan.
Data tersebut dihimpun dari pemerintah di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa, kemudian diverifikasi dan divalidasi bersama BNPB serta Kementerian PU.
“Data sementara itu sekitar 3.942 rumah alamai kerusakan, perinciannya 854 rusak berat 824 rusak sedang dan sebanyak 2.264 rusak ringan,” ujarnya.
Selain rumah warga, kerusakan juga ditemukan pada fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, gedung pemerintahan, jalan, jembatan, rumah ibadah, sarana air bersih dan sanitasi.
Pada sektor pemerintahan, tercatat delapan gedung rusak berat, enam rusak sedang dan 38 rusak ringan. Kantor Bupati Sikka telah menjalani asesmen oleh tim Balai dan direkomendasikan untuk digunakan secara terbatas.
Sementara itu, Mall Pelayanan Publik dan gedung perpustakaan yang baru dibangun sekitar dua tahun lalu juga diminta segera mendapatkan asesmen lebih lanjut.
Pada sektor kesehatan, tim telah melakukan asesmen terhadap tiga rumah sakit dengan rekomendasi berbeda sesuai tingkat kerusakan dan keamanan masing-masing bangunan. Selain itu, terdapat 27 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Sikka dan masih dalam proses pemeriksaan.
Pemerintah daerah juga terus mendata kerusakan fasilitas pendidikan dan rumah ibadah untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Lebih dari 21 Ribu Warga Berada di Pengungsian
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sikka hingga Minggu sore, sebanyak 5.658 kepala keluarga atau 19.737 jiwa mengungsi secara mandiri di 19 kecamatan.
Sementara itu, di lokasi pengungsian terpusat Gelora Samador tercatat 345 kepala keluarga atau 1.264 jiwa.
Pemerintah juga telah memfasilitasi sebagian warga yang ingin kembali ke rumah adat dengan dukungan logistik.
Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Kabupaten Sikka dan pemerintah Provinsi NTT terus memperkuat koordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, asesmen kerusakan dipercepat, serta infrastruktur vital dapat segera dipulihkan.
Percepatan penanganan diarahkan pada satu tujuan utama, yakni memastikan masyarakat terdampak gempa dapat kembali merasa aman, memperoleh pelayanan dasar, dan secara bertahap kembali menjalani kehidupan normal.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Rolandus Tahoni |
| Editor | : Alfiana Putri |
