KONI Sumenep Perkuat Kolaborasi Pastikan Pendidikan dan Karier Atlet Tetap Terjamin
Rakerkab KONI Sumenep 2026. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, SUMENEP – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumenep mulai membangun ekosistem pendukung atlet melalui kolaborasi dan kerja sama dengan sejumlah stakeholder, mulai organisasi perangkat daerah (OPD), RSUD, Cabang Dinas Pendidikan hingga satuan batalyon.
Ketua Harian KONI Sumenep, Abdul Kadir Al Mahdaly, mengatakan kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pihak.
Tujuannya, kata dia guna memastikan kebutuhan atlet selama menjalani pembinaan dapat terakomodasi, terutama terkait pendidikan, perizinan latihan hingga penanganan ketika mengalami cedera.
“Kita tadi melakukan MoU dengan beberapa stakeholder, dengan OPD, dinas dan juga dengan batalyon. Yang melakukan MoU itu yang bisa men-support kita, yang muaranya nanti adalah prestasi,” kata Abdul Kadir, Selasa (1/9/2026).
Ia mencontohkan kerja sama dengan pihak batalyon yang diharapkan dapat mempermudah proses perizinan bagi atlet yang berasal dari lingkungan tersebut ketika harus mengikuti pemusatan latihan atau agenda pertandingan.
Menurutnya, Sumenep memiliki sejumlah atlet yang berasal dari lingkungan batalyon. Dengan adanya kerja sama tersebut, KONI berharap atlet tidak mengalami kendala administratif ketika harus menjalani program latihan dan pertandingan.
“Di batalyon itu kita punya banyak atlet. Nantinya mungkin perizinan atau sebagainya dengan batalyon, pada saat atletnya kita pakai itu tidak terlalu bermasalah atau tidak terlalu repot,” jelasnya.
Hal serupa juga diterapkan melalui kerja sama dengan RSUD. Dukungan tersebut dinilai penting mengingat risiko cedera merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas atlet, terutama ketika menjalani latihan intensif maupun pertandingan.
Selain itu, KONI juga menggandeng Cabang Dinas Pendidikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan atlet yang masih berstatus pelajar tetap mendapatkan jaminan pendidikan meskipun harus mengikuti program pemusatan latihan kabupaten (puslatkab).
“Hubungannya adalah bagaimana kita memudahkan atlet itu pada saat dia harus latihan dan sebagainya ada jaminan. Pendidikannya kita jamin juga, perizinannya juga kita jamin,” ujarnya.
Dia menegaskan, perhatian terhadap pendidikan juga mencakup atlet yang berasal dari pondok pesantren. Sebab, KONI ingin memastikan mereka tetap dapat mengikuti pendidikan di pesantren sembari menjalani program pembinaan sebagai atlet.
“Kita juga punya atlet dari pondok pesantren, jadi supaya mereka merasa pendidikannya tetap aman meskipun mereka ikut Puslatkab,” katanya.
Langkah KONI tersebut sejalan dengan perhatian Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang sebelumnya menekankan agar pembinaan atlet dilakukan sejak dini.
Menurut Fauzi, membangun atlet berkualitas membutuhkan investasi sumber daya manusia dan tidak dapat dilakukan secara instan.
“Kami menginginkan atlet-atlet dipersiapkan sedini mungkin. Tidak ada atlet hebat tanpa mempersiapkan sumber daya manusia,” ujar Fauzi.
Bupati juga menilai investasi terhadap sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam membangun prestasi olahraga daerah. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan agar Sumenep mampu melahirkan atlet yang benar-benar tumbuh dan berkembang di daerah.
“Walaupun mempersiapkan sumber daya manusia itu mahal, tapi itu bagian dari investasi. Tidak bisa instan,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
