KONI Sumenep Dorong Pembinaan Atlet Sejak Dini, Sport Science Disiapkan untuk Dongkrak Prestasi
Ketua Harian KONI Sumenep Abdul Kadir Al Mahdaly. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, SUMENEP – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumenep, mulai memperkuat pola pembinaan atlet sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah.
Ketua Harian KONI Sumenep Abdul Kadir Al Mahdaly, mengatakan pembinaan atlet usia dini menjadi salah satu hal yang terus ditekankan kepada seluruh cabang olahraga (cabor).
Menurutnya, regenerasi atlet harus berjalan secara konsisten karena prestasi olahraga tidak dapat diraih melalui proses yang serba instan.
“Pendidikan atlet sejak usia dini itu untuk pembinaan. Saya sudah sampaikan ke cabor-cabor, tidak ada yang instan dari prestasi olahraga. Makanya pembinaan atlet usia dini atau regenerasinya itu harus jalan,” ujarnya saat dijumpai setelah Rakerkan KONI Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, penguatan pembinaan tersebut menjadi bagian dari pembahasan program KONI pada 2026, baik program yang telah berjalan maupun sejumlah program yang masih dalam proses pelaksanaan. Selain itu, KONI juga mulai mempersiapkan rancangan program yang akan dijalankan pada 2027.
Dia mengatakan, pembinaan jangka panjang tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Sumenep menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang. KONI saat ini masih menggodok sejumlah strategi agar persiapan atlet dapat dilakukan secara lebih maksimal.
“Persiapan Porprov sedikit kita bahas, bagaimana kita memaksimalkan. Sudah sedikit kita kupas, tapi belum secara maksimal, karena ada beberapa hal yang masih kita siapkan dan masih digodok oleh KONI,” jelasnya.
Salah satu program utama yang disiapkan KONI adalah Sumenep Sport Science. Program ini akan melibatkan orang-orang yang memiliki kompetensi di bidang olahraga maupun keahlian spesifik pada masing-masing cabang olahraga.
Abdul Kadir mengatakan, keberadaan Sport Science diharapkan dapat membuat proses pembinaan atlet lebih terukur. Tim yang terlibat nantinya akan membantu mengevaluasi perkembangan atlet, termasuk melihat hasil latihan sebagai dasar untuk menentukan langkah pembinaan berikutnya.
“Sumenep Sport Science ini diisi orang-orang yang punya kompetensi di olahraga dan kompetensi di cabor masing-masing. Kita akan push untuk berprestasi di Porprov,” katanya.
Ia menambahkan, evaluasi berbasis Sport Science diharapkan mampu mengubah pola pembinaan agar tidak hanya mengandalkan pengalaman pelatih, tetapi juga menggunakan hasil evaluasi terhadap perkembangan kemampuan atlet.
Dengan pola tersebut, KONI Sumenep ingin membangun fondasi prestasi yang lebih kuat. Atlet tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi satu kompetisi, tetapi dibina sejak usia muda agar memiliki kemampuan dan pengalaman yang dapat terus berkembang.
“Sekali lagi, tidak ada yang instan untuk meraih prestasi olahraga itu,” tandasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
