September 21, 2026

SKK Migas-KEI Perluas Panggung UMKM Kerajinan Santigi dari Pagerungan Besar

0


News
SKK Migas-KEI Perluas Panggung UMKM Kerajinan Santigi dari Pagerungan Besar

Kerajinan Santigi Pagerungan Besar yang dipamerkan di Lokamed SKK Migas Jabanusa. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, SUMENEP – Produk kerajinan tangan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat panggung lebih luas melalui keterlibatan Kangean Energy Indonesia (KEI) dalam pameran UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/09/2026) lalu.

Kerajinan Santigi menjadi salah satu produk UMKM binaan KEI yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Produk berbahan kayu Santigi dan kayu hitam itu tidak hanya dipasarkan di wilayah kepulauan, tetapi telah menjangkau sejumlah daerah dengan omzet kelompok usaha mencapai sekitar Rp4 juta per bulan.

Ketua Kelompok UMKM Kerajinan Santigi Nur Hidayat, mengatakan permintaan terhadap produk kerajinannya masih berjalan setiap bulan. Beragam produk dibuat sesuai pesanan, mulai dari miniatur kapal, miniatur samurai hingga berbagai jenis gelang. “Tiap bulan pasti ada pesanan,” ungkapnya.

Untuk produk tertentu, konsumen dapat memesan terlebih dahulu sesuai model yang diinginkan. Sementara gelang disiapkan dalam kondisi stok tersedia sehingga dapat langsung dipesan.

Meski telah memiliki pasar di sejumlah wilayah, pemasaran produk Kerajinan Santigi masih menghadapi kendala jaringan internet. Kondisi tersebut membuat penjualan secara daring belum bisa dilakukan secara optimal.

Kelompok tersebut pun sempat mencoba memanfaatkan media sosial Facebook untuk mengenalkan produk kepada calon pembeli.

“Kalau online, kami sudah mencoba memasarkan lewat Facebook,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kerajinan Santigi telah menjadi mitra binaan KEI sejak 2007. Usaha tersebut berawal dari keterampilan masyarakat Pagerungan Besar yang sebelumnya sudah membuat kerajinan secara sederhana dengan peralatan terbatas.

 “Usaha ini dikelola secara berkelompok, anggota kami berjumlah enam orang,” kata Hidayat.

Dalam kegiatan produksi, pembagian pekerjaan dilakukan sesuai tahapan pengerjaan. Anggota laki-laki menangani proses yang membutuhkan tenaga lebih besar, seperti membentuk model kerajinan. Sementara anggota perempuan mengerjakan penghalusan hingga tahap finishing.

 “Bahkan anak sekolah juga ada yang ikut kerja,” sebutnya.

Peralatan produksi kelompok tersebut kini semakin mendukung proses pengerjaan. Mesin seperti gerinda dan bor telah digunakan untuk membantu mempercepat sekaligus mempermudah pembuatan berbagai produk kerajinan.

Peralatan itu merupakan bagian dari bantuan yang diberikan KEI kepada kelompok UMKM Kerajinan Santigi.

Untuk bahan baku, kelompok tersebut menggunakan kayu Santigi dan kayu hitam. Kedua jenis kayu itu dipilih karena karakteristiknya dinilai mendukung pembuatan produk kerajinan.

“Kayu bahan produk kerajinan kami menggunakan Kayu Santigi dan Kayu Hitam. Kayu tersebut memiliki pori-pori dan kepadatan yang sangat bagus,” pungkasnya.

Sementara itu, Manager Public & Goverment Affair (PGA) sekaligus penanggung jawab Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) KEI, Kampoi Naibaho, mengatakan pengembangan UMKM di wilayah operasi perusahaan menjadi salah satu perhatian KEI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami sangat konsen dengan peningkatan ekonomi lokal,” katanya, Kamis (17/9/2026).

Menurut Kampoi, pembinaan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan produksi. KEI juga melibatkan tenaga ahli untuk mendampingi pelaku UMKM hingga pada aspek pemasaran.

“Kami melibatkan ahli hingga proses pemasaran,” jelasnya.

Ia berharap keikutsertaan Kerajinan Santigi dalam pameran di Yogyakarta dapat menjadi pengalaman baru bagi pelaku UMKM sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan produk dan cara memasarkannya.

“Semoga kegiatan ini dapat menambah motivasi dalam meningkatkan pemasaran dan inovasi produk,” ujar Kampoi.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Anggono Mahendrawan, mengatakan keterlibatan UMKM binaan KKKS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan produk lokal kepada khalayak yang lebih luas.

“Ini bentuk dukungan nyata kami agar produk UMKM Binaan KKKS dikenal lebih luas. Lewat kehadiran para pimpinan redaksi, kami berharap terjadi promosi silang antarwilayah sehingga pasar mereka makin terbuka dan mandiri secara ekonomi,” ujar Anggono.

Sekedar diketahui, selain Kerajinan Santigi, KEI saat ini memiliki puluhan UMKM binaan yang tersebar di dua wilayah operasi hulu migas, yakni Kecamatan Sapeken dan Kecamatan Raas. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *