Guru Madrasah Harus Upgrade, Anggota Komisi VIII DPR Dini Rahmania Soroti Minimnya Fasilitas
Saifullah
– 17 October 2026 | 16:10 – Dibaca 0 kali
Suasana Program Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) oleh anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania. (SAIFULLAH/BERITA PLUS)
BERITA PLUS, PROBOLINGGO — Banyak siswa, minim fasilitas atau ketimpangan dukungan pendidikan madrasah di Kabupaten Probolinggo menjadi sorotan Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania.
Dalam pertemuan bersama kepala sekolah MI, MTs, dan MA di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, politisi NasDem itu menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada guru. Pemerintah juga harus memastikan fasilitas dan bantuan pendidikan terdistribusi secara adil sesuai kebutuhan.
“Guru madrasah harus terus upgrade, memperbarui kompetensi dan metode pembelajaran, termasuk memanfaatkan kemajuan teknologi seperti AI,” tegas Dini saat Program NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam), Sabtu (17/10/2026).
Namun, ia mengingatkan, tuntutan peningkatan kualitas guru harus diimbangi dukungan nyata. Madrasah dengan jumlah siswa besar tidak boleh terus tertinggal hanya karena keterbatasan sarana dan akses bantuan.
Ketua DPD NasDem Kabupaten Probolinggo itu meminta pemerintah memetakan kebutuhan madrasah berdasarkan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar mengandalkan data administratif.
“Kami sering turun langsung ke madrasah-madrasah di Kabupaten Probolinggo. Kondisinya harus menjadi perhatian agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Bagi Dini, pemerataan fasilitas bukan sekadar urusan gedung dan sarana belajar. Ini menyangkut hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Guru dituntut terus berkembang, pemerintah pun harus memastikan dukungan tidak timpang. Sebab, mutu pendidikan tidak akan merata jika kesempatan belajar masih dibatasi oleh minimnya fasilitas. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Saifullah |
| Editor | : Alfiana Putri |
