October 18, 2026

Perkuat Kaderisasi, IMAPI Kupang Lantik 30 Anggota Baru

0


News
Perkuat Kaderisasi, IMAPI Kupang Lantik 30 Anggota Baru

Badan Pengurus IMAPI Kupang Bersama Anggota Baru pada Momentum Pelantikan. (Foto: Tahoni/suaraindonesia.co.id)

BERITA PLUS, KUPANG – Ikatan Mahasiswa Pelajar Insana (IMAPI) Kupang kembali menggelar kaderisasi melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB), di Aula Rumah Doa SVD Tilong, Kabupaten Kupang,  Provinsi NTT.

Kegiatan ini berlangsung mulai 15-18 Oktober 2026. Adapun tujuan utama dari kaderisasi dalam organisasi IMAPI Kupang ini untuk memastikan keberlangsungan organisasi dan regenerasi kepemimpinan berjalan secara lancar, terencana, serta berkesinambungan.

Dalam kegiatan itu, IMAPI juga membekali anggota dengan keterampilan teknis (hard skills) maupun non-teknis (soft skills) seperti komunikasi, manajemen waktu, kepemimpinan, dan kerja tim. 

Lando Tahoni mengungkapkan, MPAB organisasi merupakan  proses awal mahasiswa dalam membina diri. Dalam hal ini, seorang individu sedang melakukan proses interaksi dengan sesamanya dalam kegiatan. Organisasi menurut Lando, adalah wadah mahasiswa untuk belajar, berkarya, berinovasi.

“Terlibatlah dalam organisasi agar kamu bisa lebih berkembang dan mengembangkan diri, manfaatkan waktu selagi masih aktif sebagai mahasiswa,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026). 

Sementara itu, Ketua Umum Aurelia Suni mengatakan, sebagai anak TTU dan Insana khususnya, harus berani dan memiliki jiwa kiritis untuk mengembangkan organisasi.

“Mahasiswa itu penting berpikir kritis dan kolaboratif dalam mengembangkan organisasi terlebih anggota aktif. Dan hari ini, IMAPI sebagai wadah yang mengumpulkan kader kader muda Insana dan luar insana terus berjuang dalam keadaan itu,” tegasnya.

Di hadapan 30 peserta baru dan tamu undangan Aurelia menegaskan, MPAB IMAPI Kupang menjadi momen penting untuk belajar dan menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan daerah.

Ia menekankan jangan sampai kader memaknai momen ini menjadi momen bereuforia atau momen mencari pasangan maupun untuk kepentingan lainnya.

“Hendaknya MPAB menjadi sarana untuk belajar, mengenal diri dan menyiapkan diri yang sesungguhnya,” tandas Aurelia. 

Ia menambahkan, setiap mahasiswa harus mampu menyeimbangkan antara kuliah, organisasi dan kepentingan diri. Ia merasa banyak hal yang bisa didapat dari aktivitas berorganisasi.

Penempaan diri dalam hal berorganisasi adalah merubah cara berpikir, bersikap, dan persepsi tentang masalah yang terjadi di wilayah sekitar.

Ia menekankan pentingnya bagi setiap mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam organisasi. Dengan demikian mereka bisa memperoleh berbagai ilmu dari luar jam kuliah dan nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Insana, TTU dan NTT.

Sementara itu, mewakili Dewan Penasehat Nufry Naisusu mengatakan, kaum muda sebagai kader bangsa dan negara tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan organisasi bangsa Indonesia. Selain itu, pemuda yang menyandang predikat kaum mudah yang berintelek dan juga tulang punggung dari bangsa sekarang ini perlu dibentuk untuk mengubah dan melatih diri sebagai ajang untuk mempersiapkan pemimpin masa depan.

“Jika dari sekarang kamu sudah tidak dipersiapkan secara lebih matang maka cita-cita bangsa ini akan tenggelam dan habis seperti cerita dalam mimpi,” tegasnya.

Ia mengharapkan karakter kaum muda sebagai kader pemimpin masa depan dapat membina hidup persaudaraan dan kebersamaan yang dilandasi oleh jiwa kekeluargaan dan dapat menanam nilai-nilai organisasi yang dilandasi oleh intelektualitas dan fraternitas.

“Ikutilah segala proses dalam kegiatan MPAB ini dengan baik, karena proses itulah yang akan kita peroleh di kemudian hari,” pungkasnya. (*) 

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rolandus Tahoni
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *