Menyemai Karakter Militan dan Adab, Ratusan Pramuka Santri Situbondo Gelar Kemah Bakti
Syamsuri
– 23 October 2026 | 22:10 – Dibaca 0 kali
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Situbondo adalah Kak Ulfiyah, saat melakukan prosesi api unggun dan pentas seni. (Foto: Syam/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, STUBONBO – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Situbondo menaruh harapan besar pada generasi santri dalam menjawab tantangan zaman.
Melalui perhelatan Kemah Bakti Pramuka Santri yang berlangsung hingga pada Sabtu (24/10/2026) esok, sebanyak 300 peserta dari 15 pondok pesantren se-Kabupaten Situbondo berkumpul untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengasah kemandirian.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Situbondo, Kak Ulfiyah, S.Pd.I, menyampaikan bahwa esensi dari kegiatan perdana ini yakni membentuk santri yang militan, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan dunia modern tanpa menanggalkan identitas kepesantrenan mereka.
“Melalui pramuka santri ini, kami ingin menitipkan kader-kader bangsa yang tangguh. Fokus utama kami adalah pembentukan adab, karena adab berada di atas ilmu. Jika fondasi moral ini sudah kuat, aspek kehidupan lainnya, termasuk rezeki, akan mengikuti,” ujar Kak Ulfiyah.
Rangkaian kemah bakti ini dirancang secara produktif dengan memadukan aksi sosial dan penguatan kompetensi. Sejak hari pertama, para pramuka santri telah bergerak melakukan aksi nyata di masyarakat, mulai dari aksi bersih-bersih makam, pembersihan sampah di area sungai, pembagian sembako, khataman Al-Qur’an, hingga pengabdian mengajar di sekolah-sekolah sekitar lokasi perkemahan, Jumat (23/10/2026).
Memasuki malam hari, suasana keakraban dibangun melalui prosesi api unggun dan pentas seni yang menjadi ruang ekspresi kedekatan antar pesantren.
Sementara itu, adu ketangkasan dan sportivitas baru akan diuji pada hari berikutnya melalui berbagai perlombaan dengan mendorong orong Kemandirian Lewat Jiwa Santripreneur
Selain pembentukan karakter, agenda ini juga menjadi pemantik bagi lahirnya santripreneur di Kabupaten Situbondo.
Kak Ulfiyah menegaskan, gerakan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Situbondo yang mendorong santri untuk mandiri secara ekonomi dan percaya diri.
“Sebagaimana amanat dari Bapak Bupati, kami ingin santri tidak lagi merasa minder atau takut. Mereka harus mampu bertukar inovasi. Meski tahun ini baru beberapa pesantren yang siap menampilkan display produk kemandirian ekonomi mereka, kami optimistis konsep santripreneur ini akan jauh lebih matang dan diikuti seluruh pesantren pada tahun depan,” tambahnya.
Kwarcab Situbondo juga memastikan bahwa santri yang aktif di gugus depan pondok pesantren memiliki hak dan kesempatan yang setara untuk meraih tingkatan tertinggi, yakni Pramuka Garuda.
Hal ini dibuktikan dengan munculnya kader-kader Pramuka Garuda potensial dari pesantren, salah satunya dari Pondok Pesantren Sunan Bonang yang telah berhasil lolos proses seleksi.
Melalui kolaborasi pembinaan yang intensif, Kwarcab Situbondo menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan berkelanjutan bagi lembaga pesantren mana pun yang ingin mengaktifkan dan mengembangkan gerakan kepanduan di lingkungan mereka. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Syamsuri |
| Editor | : Alfiana Putri |
