October 16, 2026

Survei BPS: Warga Miskin di Situbondo Menurun

0



Syamsuri
– 31 July 2024 | 14:07 – Dibaca 1.02k kali

News
Survei BPS: Warga Miskin di Situbondo Menurun

Bupati Situbondo, Karna Suswandi bersama Kepala BPS Situbondo, R.H. Candra saat merilis data kemiskinan Situbondo. (Foto: Syamsuri/Suaraindonesia.co.id)

BERITA PLUS, SITUBONDO – Jumlah sebaran orang miskin di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, per 31 Maret 2024 mengalami penurunan sebanyak 2.045 dibanding 2023 pada bulan yang sama. Hal ini berdasarkan rilis data hasil survei kemiskinan makro yang dilakukan oleh BPS Kabupaten Situbondo.

Kepala BPS Situbondo RH Candra mengatakan, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Kabupaten Situbondo pada Maret 2024 mencapai 80,17 ribu jiwa. Jumlah ini berkurang sebesar 2,45 ribu jiwa, bila dibandingkan dengan kondisi Maret 2023 yang sebesar 82,62 ribu jiwa.

“Jadi progres kemiskinan yang ada di Kabupaten Situbondo mengalami perbaikan dari kondisi di tahun 2023 kemarin dari 11,90 persen, di 2024 turun menjadi 11,51 persen, artinya mengalami penurunan sebesar 0,39 persen. Berarti ada pengurangan 2.045 orang, sesuai hasil survei sosial ekonomi nasional per 31 Maret 2024,” ujarnya.

Kata Candra, secara umum pemerintah daerah kalau dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan 2023, termasuk angka pengangguran juga mengalami penurunan. Kemudian, kegiatan intervensi yang sudah dilakukan pemerintah daerah ini artinya semakin bagus.

“Untuk BPS Situbondo ini fokusnya kepada kemiskinan makro, yaitu dengan melakukan pengukuran pada ketidakmampuan penduduk dalam memenuhi kebutuhan secara layak dari makanan dan nonmakanan. Yang dimaksud nonmakanan di sini yaitu seperti pembelian gas LPG dan kebutuhan nonmakanan yang lain, dalam artian pengukuran pengeluarannya,” ucapnya.

Ketika garis kemiskinan berdasarkan pengeluaran itu berada di bawah Rp 413.611, maka masuk masuk dalam kategori miskin.

“Jadi untuk pemberian bantuan ini sifatnya hanya dapat mengurangi angka kemiskinan sementara, tidak seperti membuka lapangan pekerjaan dan peningkatan SDM melalui pendidikan ini penurunannya lebih permanen,” jelasnya.

“Walaupun program intervensi pemerintah daerah sudah sangat bagus, namun alangkah baiknya bisa memberikan pancing dan umpannya kepada masyarakat daripada memberikan ikannya secara langsung, contoh mungkin satu rumah satu sarjana atau bisa dengan membuka lapangan pekerjaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo Karna Suswandi menjelaskan, berdasarkan hasil survei yang disampaikan BPS tersebut, berarti Kabupaten Situbondo ini mengalami pertumbuhan yang baik.

“Oleh karena itu, mari kita berpikir ke depan, sebagaimana disampaikan BPS, bahwa saat ini kedalaman kemiskinan Situbondo terus mengalami penurunan yaitu berada di angka 1,19 persen, artinya pada tahun 2025 yang akan datang daya ungkit untuk bisa mendorong pengurangan kemiskinan di kabupaten Situbondo ini tidak terlalu besar,” ucapnya.

Jadi untuk sebaran warga miskin di kabupaten Situbondo ini sangat kecil yaitu diangka 0,19 persen, artinya ini menjadi tanda-tanda yang baik untuk bisa meningkatkan angka penurunan kemiskinan di tahun yang akan datang.

“Apabila intervensi yang digunakan tepat, maka pada tahun 2025 nanti angka kemiskinan kabupaten Situbondo bisa turun lebih banyak lagi,” beber Bung Karna, sapaan dia.

Jadi berdasarkan data yang disampaikan oleh BPS, sambung Bung Karna, Kabupaten Situbondo masih lebih tinggi penurunannya dibanding kota tetangga seperti Bondowoso, Jember, Lumajang, Probolinggo dan Pasuruan.

“Agar lebih maksimal dalam menurunkan angka kemiskinan ini, saya sudah meminta kepada sekda untuk berkoordinasi dengan BPS terkait pada bagian intervensi mana yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Kata Bung Karna, jadi untuk prioritas program kabupaten Situbondo ke depan adalah padat karya, karena dengan padat karya bisa memperkerjakan banyak tenaga kerja di kabupaten Situbondo sehingga dengan begitu peningkatan ekonomi masyarakat akan semakin meningkat,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Syamsuri
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *