October 17, 2026

Pantau Harga Bahan Pokok Saat Ramadan, M. Hasanuddin Wahid Soroti Karut-marut Jalur Distribusi 

0


News
Pantau Harga Bahan Pokok Saat Ramadan, M. Hasanuddin Wahid Soroti Karut-marut Jalur Distribusi 

Anggota Komisi XI DPR RI, M. Hasanuddin Wahid (sebelah kanan memakai peci) saat menggelar pasar murah. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, MALANG – Anggota Komisi XI DPR RI, M. Hasanuddin Wahid, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pasar tradisional selama bulan Ramadan untuk memantau pergerakan inflasi dan harga kebutuhan pokok.

Berdasarkan hasil surveinya, pria yang akrab disapa Cak Udin ini menemukan bahwa harga cabai masih bertahan tinggi di pasaran. 

Cak Udin mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini sering kali dipicu oleh ulah oknum yang mencoba “bermain” harga menjelang hari besar keagamaan. Namun, ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam meredam gejolak tersebut.

“Pemerintah sudah mulai mengatasi itu. Kami terus mendorong Satgas Pangan untuk menyelesaikan masalah ini hingga tuntas, terutama dalam menertibkan jalur distribusi,” ujar Hasanuddin Wahid beberapa waktu lalu.

Politisi PKB ini menyoroti kejanggalan dalam rantai distribusi yang menyebabkan harga pangan menjadi tidak rasional. Ia mencontohkan kondisi yang terjadi di wilayah Malang Raya.

“Contoh di Malang, cabai hasil panen petani lokal justru dibawa dulu ke Pasar Induk di Surabaya. Setelah itu, baru dikirim kembali ke Malang untuk dijual. Jalur yang berputar-putar inilah yang membuat harga sampai ke konsumen menjadi mahal,” jelasnya.

Menurutnya, efisiensi distribusi adalah kunci stabilitas harga. Ia menegaskan seharusnya kebutuhan di wilayah penghasil (Malang) dipenuhi terlebih dahulu sebelum didistribusikan ke daerah lain.

“Mestinya tidak perlu ke Surabaya dulu baru balik lagi ke Malang. Seharusnya cabai ini dijual dulu di Malang sampai tercukupi, baru sisanya dibawa ke daerah lain. Hal-hal seperti inilah yang sekarang sedang ditertibkan oleh Satgas Pangan agar masyarakat tidak terbebani harga yang tinggi,” tutupnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *