October 17, 2026

Polda Riau Siapkan Operasi Ketupat 2026, Kapolda Soroti Dampak Geopolitik Global

0


News
Polda Riau Siapkan Operasi Ketupat 2026, Kapolda Soroti Dampak Geopolitik Global

Kapolda Riau, Herry Heryawan. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, PEKANBARU – Kepolisian Daerah Riau menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mempersiapkan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 menjelang arus mudik Lebaran. Rapat berlangsung di Aula Tribrata Mapolda Riau, Senin, (9/3/2026).

Rapat dipimpin Kapolda Riau Herry Heryawan dan dihadiri pejabat utama Polda Riau, para kapolres, serta perwakilan instansi terkait di Provinsi Riau.

Dalam arahannya, Herry mengatakan pelaksanaan Operasi Ketupat bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri.

“Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas, tetapi sarana pelayanan kepada masyarakat yang harus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor,” kata Herry dalam rapat tersebut.

Ia juga menyinggung kondisi geopolitik dunia yang sedang bergejolak, seperti konflik di Timur Tengah dan perang antara Rusia dan Ukraina. Menurut dia, situasi tersebut berdampak pada stabilitas ekonomi global dan berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi nasional.

Karena itu, Herry meminta Satuan Tugas Pangan meningkatkan pengawasan distribusi bahan pokok menjelang Lebaran untuk mencegah penimbunan serta aksi panic buying di masyarakat.

“Dampak yang paling dirasakan biasanya pada sektor ekonomi. Menjelang hari besar sering terjadi panic buying karena masyarakat khawatir pasokan terbatas,” ujarnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Riau melaporkan tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai 66,5 persen dari total panjang 2.897,4 kilometer. Enam unit pelaksana teknis disiagakan bersama alat berat untuk mengantisipasi kerusakan jalan di jalur mudik.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Provinsi Riau memprediksi arus mudik akan terbagi dalam dua fase, dengan puncak pertama pada 17–18 Maret 2026. Kendaraan pribadi diperkirakan masih mendominasi perjalanan mudik hingga 65 persen.

Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, pemerintah akan membatasi operasional kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih mulai 13 hingga 29 Maret 2026.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan karena Provinsi Riau diperkirakan memasuki musim kemarau lebih awal tahun ini. Kabut asap dari wilayah rawan seperti Pelalawan dan Bengkalis dinilai dapat mengganggu jarak pandang di jalur mudik.

Dari sektor energi, PT Pertamina menyatakan stok bahan bakar minyak dan LPG dalam kondisi aman selama masa siaga 9 Maret hingga 1 April 2026. Konsumsi Pertalite diperkirakan meningkat 9,01 persen dan solar naik sekitar 8 persen selama periode tersebut.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama Bulog melakukan pemantauan inflasi yang saat ini berada di angka 5,30 persen. Upaya stabilisasi harga dilakukan melalui operasi pasar murah dan pengawasan distribusi minyak goreng Minyakita sebanyak 400 ton.

Kapolda juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan kepolisian melalui call center 110 apabila membutuhkan bantuan selama periode mudik Lebaran. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Yudha Pratama
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *