October 17, 2026

Mabuk Sambil Konvoi Bangunkan Sahur, Puluhan Pelajar Gresik Diciduk Polisi

0


News
Mabuk Sambil Konvoi Bangunkan Sahur, Puluhan Pelajar Gresik Diciduk Polisi

Jajaran Sat Samapta Polres Gresik mengamankan puluhan pelajar karena melakukan konvoi Sahur on the Road (SOTR) sambil membawa bendera berukuran besar dan sebagian dalam kondisi mabuk. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, GRESIK – Puluhan pemuda diamankan jajaran Sat Samapta Polres Gresik karena melakukan konvoi Sahur on the Road (SOTR) sambil membawa bendera berukuran besar di wilayah Kebomas pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Sebagian dari mereka dalam kondisi terpengaruh minuman keras atau mabuk.

Sebanyak 21 pemuda yang diamankan didominasi berstatus pelajar. Aksi konvoi para pemuda berkaos hitam tersebut membuat resah masyarakat, petugas kemudian berhasil mencegat rombongan itu di depan UPT SMP Negeri 20 Kebomas, Jalan Mayjen Sungkono.

Hasil pemeriksaan sementara, mereka mengaku hendak melaksanakan sahur bersama keliling kota. Polisi pun akhirnya mengamankan 21 pemuda beserta 10 unit sepeda motor serta sejumlah atribut bendera yang mereka bawa.

“Dari hasil penggeledahan petugas menemukan satu botol minuman keras jenis arak. Sangat disayangkan, niatnya sahur bersama, tetapi justru ada yang mabuk-mabukan,” kata Kasat Samapta Polres Gresik, AKP Satriyono.

Berdasarkan hasil penindakan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 10 unit sepeda motor, tiga bendera besar berwarna hitam, dua batang bambu yang digunakan sebagai tongkat bendera, serta satu botol minuman keras jenis arak.

Seluruh pemuda kemudian dibawa ke Mapolres Gresik untuk didata dan diberikan pembinaan. Polisi mengambil langkah tegas namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif.

Sebanyak 18 pelajar yang tidak terbukti mengonsumsi alkohol diperbolehkan pulang setelah menjalani pendataan. Sementara tiga pelajar yang kedapatan mengonsumsi minuman keras diwajibkan memanggil orang tua masing-masing untuk menjemput di Mapolres Gresik. Selain itu, seluruh pelajar tersebut juga diminta membuat surat pernyataan tertulis agar tidak mengulangi perbuatannya.

Satriyono menegaskan pihaknya akan terus menggencarkan patroli guna mencegah aksi konvoi liar maupun balap liar yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan di lingkungan sekitar. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rifki Ahmad
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *