October 16, 2026

Kupat Landan Klampok Banjarnegara Tampil Beda dengan Warna Kemerahan, Laris Manis Jelang Lebaran

0


News
Kupat Landan Klampok Banjarnegara Tampil Beda dengan Warna Kemerahan, Laris Manis Jelang Lebaran

Kupat Landan khas Klampok terlihat kemerahan hasil proses tradisional, tahan lama, dan memiliki cita rasa gurih yang khas. (Foto: Iwan Setiawan/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BANJARNEGARA – Hari lebaran identik dengan hidangan ketupat,  di Banjarnegara, Jawa Tengah, ada yang berbeda. Kupat Landan khas Dusun Purwosari, Desa Klampok, tampil unik dengan warna kemerahan yang menjadi daya tarik tersendiri saat momen Hari Raya. 

Warna kemerahan pada Kupat Landan bukan berasal dari pewarna buatan, melainkan dari proses tradisional yang masih dipertahankan hingga kini. Ketupat direbus menggunakan air campuran abu hasil pembakaran pelepah kelapa (Blukang)  yang telah disaring.

Selain memberikan warna khas, cara ini juga menghasilkan cita rasa yang lebih gurih serta membuat ketupat lebih tahan lama hingga empat hari meskipun tanpa tambahan bahan pengawet.

Rempi, salah perajin kupat landan mengungkapkan, pada hari-hari biasa, produksi Kupat Landan berkisar antara 100 hingga 400 buah sesuai pesanan. Namun, menjelang Lebaran, permintaan meningkat tajam hingga produksi bisa mencapai 1.000 ketupat per hari.

“Pada hari biasa, produksi hanya berkisar antara 100 hingga 400 ketupat. Namun menjelang Lebaran, pesanan meningkat hingga lebih dari 1.000 Kupat Landan,” ungkapnya, Kamis (19/3/2026).

Seiring lonjakan permintaan serta kenaikan harga kebutuhan pokok, harga jual ketupat pun mengalami penyesuaian. Dari yang semula Rp1.500 per buah di hari biasa, naik menjadi Rp2.000 per buah saat Lebaran.

Untuk memenuhi pesanan yang membludak, proses produksi turut melibatkan anggota keluarga.

“Saat Lebaran, saya dibantu anak dan cucu untuk menyelesaikan pesanan yang lebih dari seribu ketupat. Karena harga bahan juga naik, harga jual ikut menyesuaikan,” tambahnya. 

Kepala Dusun Purwasari, Desa Klampok, Afif Faturahman, menyebut Kupat Landan sebagai kuliner khas Banjarnegara bagian barat yang hingga kini masih diproduksi oleh sekitar tiga hingga lima perajin UMKM secara tradisional. 

“Selain tetap diproduksi dengan cara tradisional, ketupat ini juga menjadi bagian dari identitas kuliner lokal yang perlu terus dijaga keberadaannya.” ujarnya. 

Dengan warna kemerahan dan cita rasa gurih yang khas, Kupat Landan tidak hanya menjadi pelengkap hidangan Lebaran, tetapi juga menjadi simbol kekayaan kuliner tradisional Banjarnegara yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *