Mudik Gratis Jatim 2026 Diberangkatkan dari Surabaya, 100 Bus Layani 20 Daerah
Jefri Hadi
– 19 March 2026 | 13:03 – Dibaca 193 kali
Suasana pelepasan armada bus pariwisata kegiatan mudik gratis 2026 lintas sektor ke 20 kabupaten/kota di Jawa Timur. (Foto: Yulian/Suaraindoneaia.co.id)
BERITA PLUS, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melepas ratusan peserta mudik gratis Lebaran 2026 dari Surabaya menuju berbagai daerah di Jawa Timur, Kamis (19/3/2026).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa mudik bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum memperkuat silaturahmi sekaligus nilai spiritual masyarakat.
“Kalau mudik niatnya silaturahmi, insya Allah Allah akan panjangkan umur kita dan melimpahkan rezeki kita,” ujar Khofifah saat pelepasan.
Ia berharap seluruh peserta mudik gratis dapat menjalani perjalanan dengan aman, sehat, dan kembali ke kampung halaman dengan penuh kebahagiaan. “Semoga semuanya sehat, bahagia, dan sejahtera,” katanya.
Khofifah juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan program ini, mulai dari DPR RI, DPRD Jawa Timur, BUMN, perbankan, hingga mitra swasta dan organisasi transportasi.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program yang setiap tahun diminati masyarakat.
“Terima kasih atas kolaborasi semua pihak, baik dari pemerintah, dunia usaha, maupun organisasi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dishub Jawa Timur, Nyono, menyebutkan sebanyak 100 armada bus non-ekonomi disiapkan untuk melayani sekitar 4.000 penumpang dengan 17 rute tujuan yang menjangkau 20 kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Penyelenggaraan mudik gratis merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi yang layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Menurut Nyono, program ini tidak hanya membantu meringankan biaya perjalanan, tetapi juga bertujuan mengurangi penggunaan sepeda motor yang selama ini mendominasi angka kecelakaan saat arus mudik.
Selain itu, program ini diharapkan dapat mengurai kepadatan penumpang di terminal utama seperti Terminal Purabaya.
Adapun rute yang dilayani antara lain Surabaya–Madiun, Magetan, Ponorogo, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Bondowoso, Pacitan, dan Jember. Selain itu, tersedia pula rute Surabaya–Banyuwangi melalui Jember dan Situbondo, Surabaya–Ngawi, Tuban, Sumenep, hingga Bojonegoro.
“Seluruh rute ini menjangkau total 20 kabupaten/kota di Jawa Timur,” kata Nyono.
Dari sisi keselamatan, seluruh armada telah melalui uji kelaikan kendaraan (ramp check), sementara pengemudi menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum bertugas.
Setiap bus juga dilengkapi perangkat GPS yang terintegrasi dengan aplikasi Transjatim Ajaib untuk memantau pergerakan secara real time.
Nyono menambahkan, seluruh pengemudi dan kru bus telah didaftarkan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Dengan perlindungan ini, pengemudi dapat bekerja dengan rasa aman sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih optimal,” ujarnya.
Selain transportasi darat, Dishub Jatim juga menggelar mudik gratis dari Jakarta ke delapan daerah di Jawa Timur dengan 58 armada bus, serta fasilitas pengangkutan 200 sepeda motor ke enam kabupaten/kota.
Program ini juga mencakup angkutan laut yang telah diberangkatkan sejak 15 Maret 2026, dengan kapasitas sekitar 3.000 penumpang dan 1.200 sepeda motor.
Dalam mendukung keselamatan transportasi, Pemprov Jatim juga memperkuat pengamanan di perlintasan sebidang kereta api. Sepanjang 2023–2025, telah dibangun 132 unit pos jaga dan palang pintu di 22 kabupaten/kota, yang mengantarkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Direktur SDM, Umum, dan Teknologi Informasi PT Jasa Raharja, Ruby Handojo, menyatakan pihaknya turut mendukung penuh program mudik gratis ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pemudik.
Menurut Ruby, mudik Lebaran merupakan momen penting bagi masyarakat Indonesia sehingga kehadiran negara menjadi krusial dalam memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib.
“Kami mendukung penyediaan angkutan bus serta fasilitas pengangkutan kendaraan, sehingga pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara nasional pada 2026, Jasa Raharja ditunjuk sebagai koordinator program mudik gratis dan telah memberangkatkan sekitar 116 ribu pemudik dari Jakarta menggunakan bus dan kereta api.
Di Jawa Timur, Jasa Raharja juga menyediakan armada bus serta mendirikan pos pelayanan terpadu bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur di sejumlah titik, seperti Malang, Magetan, Ngawi, dan Situbondo.
“Pos pelayanan ini diharapkan menjadi tempat istirahat sekaligus pusat layanan bagi pemudik, termasuk pemeriksaan kondisi kesehatan dan kendaraan,” kata Ruby.
Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia serta tetap mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.
“Kami berharap pelaksanaan mudik gratis ini berjalan lancar dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
