October 17, 2026

Arus Balik Lebaran 2026 Capai Puncak, Pelabuhan Ketapang Disesaki Kendaraan

0


News
Arus Balik Lebaran 2026 Capai Puncak, Pelabuhan Ketapang Disesaki Kendaraan

Antrean kendaraan pemudikbdi Pelabuhan Ketapang saat puncak arus balik Lebaran 2026, Minggu (29/3/2029) pagi. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Arus balik Lebaran 2026 di lintas penyeberangan Ketapang, Banyuwangi-Gilimanuk, Bali memasuki fase puncak, Minggu (29/3/2026).

Ribuan kendaraan roda dua hingga roda empat memenuhi area parkir Pelabuhan Ketapang. Mereka sabar menunggu giliran untuk diseberangkan menuju Bali.

Pantauan di lokasi sejak pagi, antrean kendaraan yang didominasi mobil pribadi juga terlihat mengular di jalur Situbondo-Banyuwangi menuju pelabuhan. Kepadatan terjadi secara bertahap seiring meningkatnya volume kendaraan dari arah luar kota.

Salah satu pemudik, Rofiq, warga Jember yang hendak kembali ke Denpasar, mengaku sudah mengantisipasi kepadatan dengan berangkat lebih awal. Namun, antrean tetap tidak terhindarkan.

“Saya berangkat tadi malam jam 9 pakai mobil, sampai Ketapang sekitar jam 8 pagi. Sudah nunggu antrean satu jam lebih, tapi belum juga berangkat,” ujarnya.

Meski demikian, Rofiq menilai kondisi arus balik masih relatif terkendali dibandingkan saat arus mudik dari Bali ke Jawa.

Saat itu kemacetan hingga puluhan kilometer. Ia bahkan harus menunggu 10 jam untuk bisa diseberangkan ke Jawa.

“Kalau arus balik ini memang padat di Pelabuhan Ketapang. Tapi tidak sampai macet total seperti di Gilimanuk kemarin,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Irma, pengendara roda dua asal Jember yang juga hendak kembali ke Bali. Ia berangkat sejak pagi, namun tetap harus mengantre cukup lama.

“Saya berangkat jam 5 pagi, sekitar jam 9 lewat sudah antre di pelabuhan,” ujarnya.

Irma membandingkan kondisi arus balik dengan arus mudik sebelumnya yang menurutnya jauh lebih berat.

“Waktu mudik dari Bali, dari Negara sudah macet. Butuh sekitar 7 jam baru sampai Ketapang, bahkan sampai sahur di jalan,” katanya.

Arus balik kali ini, kata dia, masih cukup padat, meski tidak separah saat puncak arus mudik.

“Arus baliknya masih ramai, tapi lebih mending dibanding arus mudik. Walaupun sudah berangkat pagi untuk menghindari macet, tetap saja kena antrean,” tuturnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *