ASDP Ketapang Perpanjang Masa Siaga hingga 5 April, Antisipasi Lonjakan Kendaraan dari Jawa ke Bali
Antrean kendaraan pemudik di Pelabuhan Ketapang saat puncak arus balik menuju Bali, Minggu (29/3/2026). (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).
BERITA PLUS, BANYUWANGI – Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi akan berakhir hari ini, Minggu (29/3/2026). Pantauan di Pelabuhan Ketapang, ribuan kendaraan masih mengantre untuk diseberangkan ke Bali.
Kendaraan tersebut didominasi roda dua dan roda empat. Hingga pagi, parkiran Pelabuhan Ketapang disesaki pemudik yang hendak kembali dari Jawa menuju Bali. Bahkan antrean kendaraan terpantau juga mengular hingga jalur arteri menuju pelabuhan.
General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko menerangkan, sekitar 52 persen pemudik telah diseberangkan ke Bali, sementara 48 persen lainnya masih belum.
“Angka ini meningkat sekitar 4-6 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya.
Meski puncak arus balik Lebaran berakhir, ASDP tetap memperpanjang masa siaga untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, dengan skema operasional seperti posko Lebaran.
“Kemungkinan kita siagakan sampai 5 April. Karena 3 April ada libur nasional. Jadi kita antisipasi yang belum kembali ke Bali,” terangnya.
Saat ini, kata dia, ada 33 kapal yang operasikan, 18 diantaranya menerapkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk mempercepat rotasi kapal dan mengurai antrean di pelabuhan.
Selain itu, terdapat tambahan dua kapal besar sebagai armada perbantuan untuk memperkuat kapasitas layanan selama arus balik Lebaran.
Ia memastikan kondisi di sisi pelabuhan masih dalam keadaan terkendali. Seluruh fasilitas, mulai dari dermaga hingga kesiapan kapal mampu mendukung kelancaran penyeberangan.
“Kami bersama teman-teman regulator, kepolisian dan stakeholder terkait membantu memperlancar masyarakat untuk diseberangkan ke Bali,” ujar dia. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
