October 17, 2026

Musrenbang RKPD 2027 Dibuka, Pemkab Sumenep Tekankan Sinergi dan Perencanaan Berkualitas

0


News
Musrenbang RKPD 2027 Dibuka, Pemkab Sumenep Tekankan Sinergi dan Perencanaan Berkualitas

Penandatanganan berita acara Musrenbang RKPD Tahun 2027 Sumenep. (Foto: Wildan/Suaraindonesia.co.id)

BERITA PLUS, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi memulai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD tahun 2027 sebagai langkah strategis merumuskan arah pembangunan daerah ke depan, Senin (30/03/2026).

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Keraton Sumenep itu, Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim yang mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan forum tersebut. Ia menilai Musrenbang memiliki peran penting sebagai wadah menghimpun aspirasi berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah.

“Forum Musrenbang pada hari ini memiliki arti penting sebagai wadah untuk menghimpun berbagai masukan dan aspirasi dari para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, forum tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang selaras dengan visi dan misi daerah. Fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan akuntabel.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 bertujuan untuk menyerap dan menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Selain itu, forum ini juga menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan perencanaan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.

“Melalui forum ini diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjawab berbagai permasalahan serta isu strategis pembangunan di daerah,” katanya.

Wabup juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tidak mengabaikan wilayah kepulauan dalam pembangunan. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat kebijakan pemangkasan hingga 50 persen, pemerintah tetap berupaya menjaga pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.

Ia menambahkan, partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar perencanaan pembangunan benar-benar responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu memberikan dampak nyata.

“Dibutuhkan partisipasi aktif dan kontribusi pemikiran dari seluruh pemangku kepentingan agar perencanaan yang dihasilkan benar-benar responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, dirinya mendorong seluruh perangkat daerah untuk menghadirkan terobosan baru dalam perencanaan pembangunan. Ia berharap hasil Musrenbang mampu menghasilkan kebijakan yang lebih berkualitas, tepat sasaran, serta berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Musrenbang RKPD tahun 2027 secara resmi saya nyatakan dibuka dan dimulai,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Pemprov Jawa Timur Dydik Rudy Prasetya menilai bahwa pelaksanaan pembangunan di daerah bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bentuk amanah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan dan program yang dirancang harus mampu berkontribusi terhadap pencapaian sasaran pembangunan yang lebih luas.

Menurutnya, forum Musrenbang memiliki peran penting dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional dan provinsi, terutama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Dia menyebut, tema RKPD 2027 yang berfokus pada produktivitas, investasi, dan industri dinilai menjadi pijakan penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih merata.

“Forum ini memiliki peran strategis dalam menyerasikan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional maupun provinsi,” ujarnya. 

Dydik juga melihat sejumlah capaian positif yang telah diraih Kabupaten Sumenep, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan pemerataan ekonomi. Ia menyebut rendahnya tingkat pengangguran terbuka sebagai indikator ketangguhan daerah, yang turut berdampak pada distribusi pendapatan masyarakat yang lebih merata. 

Di tengah capaian tersebut, Sumenep dinilai masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi potensi daerah. Sektor pertanian, pariwisata, dan sumber daya alam disebut sebagai kekuatan utama yang perlu terus dikembangkan. 

Dirinya optimis, dengan perencanaan yang terarah melalui Musrenbang, Sumenep diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus menjaga pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi sumber daya sangat besar, kemudian potensi wisata juga sangat besar,” tandasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *