{"id":10106,"date":"2026-04-04T13:23:42","date_gmt":"2026-04-04T13:23:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/04\/asap-terjang-permukiman-warga-tiga-desa-pabrik-di-gresik-terancam-sanksi-berat\/"},"modified":"2026-04-04T13:23:42","modified_gmt":"2026-04-04T13:23:42","slug":"asap-terjang-permukiman-warga-tiga-desa-pabrik-di-gresik-terancam-sanksi-berat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/04\/asap-terjang-permukiman-warga-tiga-desa-pabrik-di-gresik-terancam-sanksi-berat\/","title":{"rendered":"Asap Terjang Permukiman Warga Tiga Desa, Pabrik di Gresik Terancam Sanksi Berat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/04\/04\/411aef364b5a.jpg\" alt=\"Asap Terjang Permukiman Warga Tiga Desa, Pabrik di Gresik Terancam Sanksi Berat\"\/>\n            <\/div>\n<p>Tim DLH Kabupaten Gresik saat melakukan verifikasi lapangan dan meminta keterangan warga. (Foto: Istimewa)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, GRESIK <\/b>\u2013 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik memastikan tidak akan segan-segan menerapkan sanksi tegas terhadap perusahaan yang terbukti melanggar aturan karena mengeluarkan asap dari aktivitas produksi yang telah mencemari permukiman warga tiga desa di wilayah Kecamatan Manyar. <\/p>\n<p>Petugas penegak hukum lingkungan sejauh ini telah turun ke lapangan dan meminta keterangan pihak-pihak terkait, serta menunggu hasil uji laboratorium.<\/p>\n<p>Asap tebal berwarna putih yang menyelimuti permukiman warga tersebut muncul setiap dini hari sekitar pukul 02.00 WIB sejak Selasa 31 Maret 2026 hingga Rabu 1 April 2026. <\/p>\n<p>Adapun tiga desa di Kecamatan Manyar yang terdampak meliputi Desa Manyarejo, Desa Manyar Sidorukun, dan Desa Manyar Sidomukti. Asap tebal dengan bau menyengat itu membuat sebagian warga mengalami batuk dan gangguan pernafasan.<\/p>\n<p>\u201cSudah dilakukan uji lab. Kami masih menunggu hasil labnya untuk pendalaman dan tindaklanjut sesuai aturan,\u201d kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Gresik, Jauzi, saat dikonfirmasi, Sabtu (4\/4\/2026).<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan bahwa pengawasan akan dilakukan secara ketat dan menyeluruh, mengingat dampak yang ditimbulkan oleh asap yang diduga berasal dari aktivitas salah satu perusahaan di wilayah Kecamatan Manyar tersebut sangat meresahkan. Bahkan tidak hanya menutup pandangan di sepanjang ruas jalan lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan dan kesehatan warga.<\/p>\n<p>\u201cAkan dilakukan pengawasan secara menyeluruh, apabila ditemukan pelanggaran tentunya akan dijatuhkan pemberian sanksi sesuai aturan yang berlaku,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, warga tiga desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dibuat resah dengan adanya pencemaran udara yang diduga berasal dari aktivitas salah satu perusahaan di wilayah tersebut. Asap tebal berwarna putih itu menyelimuti area permukiman hingga membuat sebagian warga mengalami batuk dan gangguan pernafasan.<\/p>\n<p>Beberapa warga yang geram dengan kondisi ini sempat melakukan swipping di kawasan perusahaan sekitar permukiman untuk mencari sumber asap tersebut. <\/p>\n<p>Hasilnya warga menemukan bahwa asap dengan bau menyengat seperti bekas pembakaran itu diduga kuat berasal dari PT. Liku Telaga, sebuah perusahaan yang memproduksi Asam Sulfat (Sulfuric Acid), Aluminium Sulfat (Tawas), dan Sodium Silicate. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Rifki Ahmad<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69d0e75e1c688\/Asap-Terjang-Permukiman-Warga-Tiga-Desa-Pabrik-di-Gresik-Terancam-Sanksi-Berat\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Tim DLH Kabupaten Gresik saat melakukan verifikasi lapangan dan meminta keterangan warga. (Foto: Istimewa)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10107,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-10106","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/411aef364b5a.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/411aef364b5a-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/411aef364b5a-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/411aef364b5a.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/411aef364b5a.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/411aef364b5a.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/411aef364b5a.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/411aef364b5a.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/411aef364b5a.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/411aef364b5a.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/411aef364b5a-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/411aef364b5a-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10106"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10106\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10107"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}