{"id":10363,"date":"2026-04-07T09:13:12","date_gmt":"2026-04-07T09:13:12","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/07\/harga-plastik-naik-gila-gilaan-pedagang-banyuwangi-pilih-main-aman\/"},"modified":"2026-04-07T09:13:12","modified_gmt":"2026-04-07T09:13:12","slug":"harga-plastik-naik-gila-gilaan-pedagang-banyuwangi-pilih-main-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/07\/harga-plastik-naik-gila-gilaan-pedagang-banyuwangi-pilih-main-aman\/","title":{"rendered":"Harga Plastik Naik Gila-gilaan, Pedagang Banyuwangi Pilih Main Aman"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/04\/07\/aac090782d50.jpg\" alt=\"Harga Plastik Naik Gila-gilaan, Pedagang Banyuwangi Pilih Main Aman\"\/>\n            <\/div>\n<p>Harga kemasan plastik melonjak tajam, pedagang di Banyuwangi mulai membatasi stok dan penjualan. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin\/suaraindonesia.co.id).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013<\/b> Lonjakan harga kemasan plastik dalam beberapa pekan terakhir membuat pelaku usaha di Banyuwangi mengubah strategi dagang. Kenaikan bahkan disebut mencapai hingga 70 persen.<\/p>\n<p>Kondisi ini tak hanya memukul pedagang kemasan, tetapi juga berdampak pada pelaku usaha kecil yang bergantung pada produk plastik untuk operasional sehari-hari.&#13;\n<\/p>\n<p>Salah satu pedagang kemasan, Steven Wijaya, mengaku kini lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian stok. Ia memilih menunggu pesanan daripada menyimpan barang dalam jumlah besar.&#13;\n<\/p>\n<p>\u201cSekarang tidak berani stok banyak. Takut harga berubah-ubah. Jadi beli kalau ada pesanan saja,\u201d ujarnya, Selasa (7\/4\/2026).&#13;\n<\/p>\n<p>Menurutnya, kenaikan harga sudah terasa sejak pertengahan Maret dan terus merangkak naik secara bertahap hingga saat ini.&#13;\n<\/p>\n<p>Awalnya, kenaikan berada di kisaran 30 persen. Namun dalam beberapa minggu terakhir, lonjakannya semakin tinggi hingga menyentuh angka sekitar 70 persen.&#13;\n<\/p>\n<p>Beberapa jenis produk mengalami kenaikan signifikan. Gelas plastik misalnya, kini dijual jauh lebih mahal dibanding sebelumnya, tergantung merek dan kualitasnya.&#13;\n<\/p>\n<p>&#8220;Untuk yang kualitasnya biasa, gelas plastik naik dari Rp 7.500 per slop menjadi Rp 12 ribu per slop. Ada yang harganya sudah Rp 15 ribu. Bahkan ada yang sudah Rp 20 ribu,&#8221; tutur dia.&#13;\n<\/p>\n<p>Selain itu, harga kantong plastik juga naik dari Rp 3.500 menjadi Rp 6 ribu per kemasan. Begitupun wadah kemasan styrofoam juga terdampak kenaikan signifikan dari Rp 23 ribu per bal menjadi Rp 35 ribu per bal.&#13;\n<\/p>\n<p>Situasi ini membuat pedagang mulai menerapkan pembatasan kepada pembeli, termasuk tidak lagi memberikan kantong plastik secara bebas seperti sebelumnya.&#13;\n<\/p>\n<p>Di sisi lain, para pelanggan yang mayoritas merupakan pedagang makanan juga mulai mengurangi pembelian untuk menekan biaya operasional.&#13;\n<\/p>\n<p>&#8220;Meski demikian, permintaan pasar sebenarnya masih tergolong stabil. Karena produk kemasan plastik tetap dibutuhkan dalam aktivitas perdagangan sehari-hari,&#8221; ujar dia.&#13;\n<\/p>\n<p>Hanya saja, lonjakan harga yang cukup tinggi membuat daya beli menjadi lebih terbatas dibanding sebelumnya.&#13;\n<\/p>\n<p>Sebagai informasi, melonjaknya harga kemasan plastik dipicu oleh konflik Timur Tengah. Mayoritas pasokan bahan baku industri petrokimia, termasuk untuk membuat kemasan plastik dan sejenisnya, berasal dari wilayah tersebut.&#13;\n<\/p>\n<p>Tersendatnya pelayaran di Selat Hormuz turut membuat pasokan bahan baku untuk kemasan plastik tersendat. (*)&#13;\n<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69d4c8c6ab653\/Harga-Plastik-Naik-Gila-gilaan-Pedagang-Banyuwangi-Pilih-Main-Aman\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Harga kemasan plastik melonjak tajam, pedagang di Banyuwangi mulai membatasi stok dan penjualan. (Foto:&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10364,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-10363","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aac090782d50.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aac090782d50-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aac090782d50-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aac090782d50.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aac090782d50.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aac090782d50.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aac090782d50.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aac090782d50.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aac090782d50.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aac090782d50.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aac090782d50-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aac090782d50-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10363","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10363"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10363\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10364"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}