{"id":10434,"date":"2026-04-08T00:50:11","date_gmt":"2026-04-08T00:50:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/08\/polemik-tower-pakis-surabaya-pakar-unesa-soroti-izin-dan-persetujuan-warga\/"},"modified":"2026-04-08T00:50:11","modified_gmt":"2026-04-08T00:50:11","slug":"polemik-tower-pakis-surabaya-pakar-unesa-soroti-izin-dan-persetujuan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/08\/polemik-tower-pakis-surabaya-pakar-unesa-soroti-izin-dan-persetujuan-warga\/","title":{"rendered":"Polemik Tower Pakis Surabaya, Pakar Unesa Soroti Izin dan Persetujuan Warga"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Jefri Hadi <\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>08 April 2026 | 06:04<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 13 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/04\/07\/560948710577.jpg\" alt=\"Polemik Tower Pakis Surabaya, Pakar Unesa Soroti Izin dan Persetujuan Warga\"\/>\n            <\/div>\n<p>Pakar hukum tata negara Universitas Negeri Surabaya, Dr. Hananto Widodo. (Foto: Istimewa)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, SURABAYA<\/b> &#8211; Pakar hukum tata negara Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dr. Hananto Widodo, menegaskan pembangunan menara telekomunikasi tidak cukup hanya memenuhi legalitas formal, tetapi juga harus mengantongi persetujuan masyarakat terdampak.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Hal itu disampaikan Hananto merespons polemik tower milik PT Tower Bersama Group (TBG) di Jalan Pakis, Surabaya, yang berujung pada laporan pidana serta pembongkaran oleh Pemerintah Kota Surabaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Menurut dia, tanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak hanya berada pada pihak perusahaan, tetapi juga pemerintah daerah sebagai regulator. Pembongkaran oleh pemerintah kota dinilai sebagai bentuk tanggung jawab administratif, meski tetap membuka ruang sengketa hukum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">\u201cPembangunan menara pasti terkait perizinan. Jika berdampak pada lingkungan sekitar, harus ada persetujuan masyarakat setempat,\u201d kata Hananto, Rabu (8\/4\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Pernyataan tersebut sejalan dengan laporan warga terkait dugaan pelanggaran dalam pendirian dan operasional tower di Jalan Pakis Nomor 27. Tower yang telah beroperasi sejak 2022 itu diduga tidak memiliki persetujuan lingkungan serta melakukan akses jaringan telekomunikasi tanpa hak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Laporan warga telah diterima Polrestabes Surabaya pada 30 Maret 2026 dengan nomor LP\/B\/709\/III\/2026\/SPKT\/Polrestabes Surabaya\/Polda Jawa Timur. Laporan itu mengacu pada dugaan pelanggaran Pasal 109 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Pasal 47 juncto Pasal 22 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Kepolisian menyatakan telah memproses laporan tersebut. Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan melalui KBO Reskrim AKP Made Gede Sutanaya mengatakan pihaknya akan segera menunjuk penyidik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">\u201cLaporan sudah kami terima pada 30 Maret. Selanjutnya akan didisposisikan untuk penunjukan penyidik,\u201d ujar Made.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Ia menambahkan, setelah penunjukan penyidik, proses akan dilanjutkan dengan pemanggilan para pihak untuk klarifikasi. \u201cNanti akan dilakukan undangan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Di sisi lain, Pemerintah Kota Surabaya lebih dulu mengambil langkah administratif dengan membongkar tower tersebut. Langkah ini meredam polemik di lapangan, namun memunculkan pertanyaan terkait proses pengawasan dan perizinan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Hananto mengingatkan, pembongkaran tidak serta-merta menandakan adanya pelanggaran sejak awal pembangunan. Ia menilai, persoalan bisa saja muncul dalam tahap administratif di kemudian hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">\u201cBisa saja izin tidak diperpanjang atau ada ketidaksesuaian dengan tata ruang,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Dalam perspektif hukum tata negara, kata dia, tanggung jawab tidak hanya melekat pada perusahaan sebagai pelaku usaha, tetapi juga pemerintah daerah. Pembongkaran dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab tersebut, meski tetap membuka ruang gugatan bagi pihak yang dirugikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">\u201cKalau tidak terima, pihak yang dibongkar bisa mengajukan gugatan,\u201d ujar Hananto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Ia juga menyinggung kemungkinan adanya tahapan peringatan sebelum pembongkaran, mengingat tower telah berdiri sejak 2022. \u201cMungkin sebelumnya sudah ada peringatan dari pemerintah kota,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Hananto menilai polemik semacam ini kerap terjadi dalam praktik penegakan hukum. Karena itu, transparansi pemerintah menjadi kunci untuk mencegah konflik berkepanjangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">\u201cJika diperlukan, pemerintah bisa menjelaskan kepada pihak yang berkepentingan,\u201d ucapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Lebih jauh, ia menekankan aspek kerugian warga harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan. Jika masyarakat terdampak merasa dirugikan, pembongkaran dapat dipandang sebagai bentuk keberpihakan negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">\u201cKalau warga merasa dirugikan, pembongkaran ini bisa dilihat sebagai keberpihakan pada masyarakat,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Kasus Tower Pakis 27 mencerminkan persoalan klasik pembangunan infrastruktur di kawasan permukiman: tarik-menarik antara kepentingan investasi, kewenangan negara, dan hak warga. Proses hukum yang kini berjalan akan menjadi penentu apakah dugaan pelanggaran pidana dapat dibuktikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Di sisi lain, pembongkaran yang telah dilakukan memang menutup konflik di lapangan, namun sekaligus membuka evaluasi lebih luas mengenai sejauh mana sistem perizinan berjalan transparan, partisipatif, dan akuntabel sebelum berujung sengketa hukum. (*)<\/span><\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69d597be856eb\/Polemik-Tower-Pakis-Surabaya-Pakar-Unesa-Soroti-Izin-dan-Persetujuan-Warga\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jefri Hadi &#8211; 08 April 2026 | 06:04 &#8211; Dibaca 13 kali News Pakar hukum&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10435,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-10434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/560948710577.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/560948710577-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/560948710577-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/560948710577.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/560948710577.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/560948710577.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/560948710577.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/560948710577.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/560948710577.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/560948710577.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/560948710577-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/560948710577-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10434"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10434\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10435"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}