{"id":10743,"date":"2026-04-11T05:28:03","date_gmt":"2026-04-11T05:28:03","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/11\/kejari-surabaya-eksekusi-notaris-nonaktif-buron-kasus-rp42-miliar\/"},"modified":"2026-04-11T05:28:03","modified_gmt":"2026-04-11T05:28:03","slug":"kejari-surabaya-eksekusi-notaris-nonaktif-buron-kasus-rp42-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/11\/kejari-surabaya-eksekusi-notaris-nonaktif-buron-kasus-rp42-miliar\/","title":{"rendered":"Kejari Surabaya Eksekusi Notaris Nonaktif, Buron Kasus Rp4,2 Miliar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Jefri Hadi <\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>11 April 2026 | 11:04<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 0 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/04\/11\/e73e31481faf.jpg\" alt=\"Kejari Surabaya Eksekusi Notaris Nonaktif, Buron Kasus Rp4,2 Miliar\"\/>\n            <\/div>\n<p>Tim Tabur Kejaksaan Negeri Surabaya saat eksekusi terpidana di Mapolda Jatim. (Foto: Yulian\/Suaraindonesia co id)<\/p>\n<p><strong style=\"font-size: 1rem;\">BERITA PLUS, SURABAYA &#8211;<\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\"> Kejaksaan Negeri Surabaya akhirnya mengeksekusi notaris nonaktif, Lutfi Afandi, terpidana kasus penipuan senilai Rp4,2 miliar, Sabtu (11\/4\/2026).<\/span><\/p>\n<p>Eksekusi dilakukan segera setelah Tim Tangkap Buron dan Jaksa Eksekutor berkoordinasi dengan penyidik Subdirektorat II Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, tempat Lutfi diperiksa sebagai saksi dalam perkara lain.<\/p>\n<p>Dijelaskan Kepala Seksi Intelijen Kejari Surabaya, Putu Arya Wibisana bersama tim Tabur (tangkap buron), setelah yang bersangkutan lebih dulu diamankan aparat kepolisian di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (8\/4\/2026) malam.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cBegitu kami memperoleh informasi terpidana diamankan di Polda Jatim, tim langsung bergerak dan melaksanakan eksekusi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sekitar pukul 20.30 WIB, lanjutnya\u00a0terpidana Lutfi dibawa dari Markas Polda Jawa Timur menuju Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng untuk menjalani pidana penjara selama satu tahun, sebagaimana amar putusan Pengadilan Tinggi Surabaya Nomor 267\/PID\/2019\/PT SBY.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan fokus utama dalam perkara ini bukan lagi pada pembuktian, melainkan pelaksanaan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap. Namun, eksekusi baru dapat dilakukan setelah terpidana berhasil ditemukan.<\/p>\n<p>Kejaksaan mencatat Lutfi baru masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada Maret 2026. Status itu diberikan karena yang bersangkutan tidak menjalani putusan secara sukarela dan keberadaannya tidak diketahui.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut, tandasnya menjelaskan mengapa eksekusi tidak segera dilakukan setelah putusan dijatuhkan. Dalam praktiknya, jaksa hanya dapat mengeksekusi terpidana yang telah berada dalam penguasaan atau berhasil diamankan.<\/p>\n<p>\u201cEksekusi dilakukan setelah terpidana berhasil diamankan. Selama yang bersangkutan belum ditemukan, maka dilakukan upaya pencarian melalui mekanisme DPO,\u201d kata Putu Arya.<\/p>\n<p>Dijelaskannya, kasus ini sendiri bermula dari perbuatan Lutfi pada 2011 saat masih berprofesi sebagai notaris. Ia melakukan penipuan terhadap korban Hj. Pudji Lestari dengan total kerugian mencapai Rp4,2 miliar.<\/p>\n<p>Perkara tersebut kemudian diproses hingga tingkat banding, dan Pengadilan Tinggi Surabaya menjatuhkan vonis satu tahun penjara pada 2019.<\/p>\n<p>Putusan itu, sambungnya telah berkekuatan hukum tetap, namun tidak langsung diikuti dengan pelaksanaan hukuman karena terpidana tidak berada dalam jangkauan aparat.<\/p>\n<p>Eksekusi baru terealisasi ketika Lutfi terdeteksi dalam penanganan perkara lain oleh kepolisian. Pelaksanaan putusan pidana dijalankan\u00a0ketika keberadaan terpidana baru diketahui melalui kasus berbeda.<\/p>\n<p>Kejaksaan menegaskan akan terus melakukan pelacakan terhadap para terpidana yang belum menjalani hukuman.<\/p>\n<p>\u201cKami mengimbau kepada para DPO untuk menyerahkan diri. Jika tidak, akan terus kami lakukan pencarian dan penangkapan,\u201d ujar Putu Arya.<\/p>\n<p>Eksekusi terhadap Lutfi Afandi menegaskan\u00a0 pelaksanaan putusan pidana sepenuhnya bergantung pada keberhasilan menemukan terpidana usai vonis pengadilan tertunda bertahun-tahun. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69d9bf6dc9d73\/Kejari-Surabaya-Eksekusi-Notaris-Nonaktif-Buron-Kasus-Rp42-Miliar\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jefri Hadi &#8211; 11 April 2026 | 11:04 &#8211; Dibaca 0 kali News Tim Tabur&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10744,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-10743","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e73e31481faf.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e73e31481faf-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e73e31481faf-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e73e31481faf.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e73e31481faf.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e73e31481faf.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e73e31481faf.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e73e31481faf.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e73e31481faf.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e73e31481faf.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e73e31481faf-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e73e31481faf-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10743","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10743"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10743\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}