{"id":10905,"date":"2026-04-13T15:25:36","date_gmt":"2026-04-13T15:25:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/13\/ajak-sejumlah-kades-aggota-dpr-ri-datangi-bpn-tegal-bahas-solusi-persoalan-keagrariaan\/"},"modified":"2026-04-13T15:25:36","modified_gmt":"2026-04-13T15:25:36","slug":"ajak-sejumlah-kades-aggota-dpr-ri-datangi-bpn-tegal-bahas-solusi-persoalan-keagrariaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/13\/ajak-sejumlah-kades-aggota-dpr-ri-datangi-bpn-tegal-bahas-solusi-persoalan-keagrariaan\/","title":{"rendered":"Ajak Sejumlah Kades, Aggota DPR RI Datangi BPN Tegal Bahas Solusi Persoalan Keagrariaan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/04\/13\/9311f68cb1e1.jpg\" alt=\"Ajak Sejumlah Kades, Aggota DPR RI Datangi BPN Tegal Bahas Solusi Persoalan Keagrariaan\"\/>\n            <\/div>\n<p>Anggota Komisi II DPR RI, Wahyudin Noor Aly (baju batik) bersama sejumlah Kades dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tegal, Kelik Budiyono. (Foto : Wiwit Kuncoro\/Suara Indonesia)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, TEGAL <\/b>&#8211; Berbagai persoalan terkait Keargrariaan atau Pertanahan di Kabupaten Tegal mencuat, saat kunjungan kerja anggota DPR RI Wahyudin Noor Aly ke Kantor ATR\/BPN Kabupaten Tegal, Senin (13\/4\/2026).&#13;\n<\/p>\n<p>Persoalan yang mengemuka antara lain terkait Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang terganjal efesiensi, salah landing, salah ukur, penerbitan sertifikat ganda hingga persoalan tanah kapling.&#13;\n<\/p>\n<p>Dalam kunjuangan kerjanya,  Wahyudin Noor Aly mengajak Ketua Paguyuban Kepala Desa (Praja) Kabupaten Tegal, Muhammad Mu&#8217;min yang juga merupakan Kepala Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu  Kabupaten Tegal.&#13;\n<\/p>\n<p>Menurut anggota Komisi II DPR RI itu , Kepala Desa merupakan pihak yang kerap mendapat keluhan langsung dari masyarakat terkait persoalan pertanahan, terutama masalah sertifikat tanah.&#13;\n<\/p>\n<p>&#8220;Saya sengaja mengajak sejumlah Kepala Desa karena mereka yang kerap menerima keluhan dari warga, tujuannya agar mendapat penjelasan langsung secara lengkap dari Kepala Kantor Pertanahan,&#8221; ucap Wahyudin Noor Aly.&#13;\n<\/p>\n<p>Permasalahan sertifikat tanah di Kabupaten Tegal menjadi fokus kunjungan kerja Wahyudin Noor Aly guna mencari solusi konkret terkait berbagai persoalan pertanahan.&#13;\n<\/p>\n<p>Wahyudin Noor Aly atau yang akrab disapa Goyud menyebut keluhan masyarakat terkait pertanahan masih tinggi, sehingga perlu komunikasi langsung antara desa dan kantor pertanahan.&#13;\n<\/p>\n<p>&#8220;Pertemuan langsung ini, penting agar solusi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa,&#8221; ucapnya.&#13;\n<\/p>\n<p>Wahyudin Noor Aly juga menilai respon pihak Kepala Kantor Pertanahan cukup baik dan terbuka dalam menerima berbagai keluhan yang disampaikan kepala desa.&#13;\n<\/p>\n<p>&#8220;Dan Pak Kantahnya juga sangat responsif, karena ini kan kami bekerja untuk masyarakat sama-sama,&#8221; ujar Politisi Partai Amanat Nasional tersebut.&#13;\n<\/p>\n<p>Ia menegaskan persoalan tanah akan terus ada seiring pertumbuhan penduduk, sehingga diperlukan sistem peta bidang yang akurat.&#13;\n<\/p>\n<p>Lebih lanjut Wahyudin Noor Aly menambahkan pentingnya percepatan sertifikasi tanah agar tidak menimbulkan konflik kepemilikan dikemudian hari.&#13;\n<\/p>\n<p>Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tegal, Kelik Budiyono menjelaskan setiap aduan masyarakat akan ditangani melalui mekanisme resmi.&#13;\n<\/p>\n<p>&#8220;Setiap laporan yang masuk akan kami teliti terlebih dahulu, kemudian jika terbukti akan kami selesaikan melalui mediasi,&#8221; jelas Kelik.&#13;\n<\/p>\n<p>Ia menambahkan proses penyelesaian dilakukan melalui klarifikasi, pengecekan lapangan, hingga perbaikan data jika ditemukan kesalahan.&#13;\n<\/p>\n<p>Kelik menargetkan program PTSL tahun 2026 sebanyak 12.893 bidang dan optimistis dapat diselesaikan sebelum Juli.&#13;\n<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Paguyuban Kepala Desa (Praja) Kabupaten Tegal Muhammad Mu\u2019min menyebut persoalan muncul sejak tahap awal pengukuran program PTSL.&#13;\n<\/p>\n<p>&#8220;Itu mungkin dalam pengukuran awal dalam PTSL, kemudian ada salah penempatan ukuran maupun nama,&#8221; kata Muhammad Mu\u2019min.&#13;\n<\/p>\n<p>Ia menjelaskan pengukuran di lapangan banyak menggunakan teknologi drone karena keterbatasan waktu pengerjaan dalam satu desa.&#13;\n<\/p>\n<p>Menurutnya, meski dibantu pihak ketiga, akurasi pengukuran masih berpotensi terjadi selisih sehingga perlu perbaikan data lanjutan.&#13;\n<\/p>\n<p>&#8220;Dalam waktu terbatas harus selesai satu desa, sehingga pengukuran dilakukan cepat oleh pihak ketiga,&#8221; ujar Mu&#8217;min.(*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Wiwit Kuncoro<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69dce5990c940\/Ajak-Sejumlah-Kades-Aggota-DPR-RI-Datangi-BPN-Tegal-Bahas-Solusi-Persoalan-Keagrariaan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Anggota Komisi II DPR RI, Wahyudin Noor Aly (baju batik) bersama sejumlah Kades dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10906,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-10905","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/9311f68cb1e1.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/9311f68cb1e1-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/9311f68cb1e1-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/9311f68cb1e1.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/9311f68cb1e1.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/9311f68cb1e1.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/9311f68cb1e1.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/9311f68cb1e1.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/9311f68cb1e1.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/9311f68cb1e1.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/9311f68cb1e1-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/9311f68cb1e1-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10905"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10905\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10906"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}