{"id":10951,"date":"2026-04-14T14:55:39","date_gmt":"2026-04-14T14:55:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/14\/bb-diduga-kokain-278-kg-batal-dirilis-kapolres-sumenep-beralibi-tunggu-hasil-lab\/"},"modified":"2026-04-14T14:55:39","modified_gmt":"2026-04-14T14:55:39","slug":"bb-diduga-kokain-278-kg-batal-dirilis-kapolres-sumenep-beralibi-tunggu-hasil-lab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/14\/bb-diduga-kokain-278-kg-batal-dirilis-kapolres-sumenep-beralibi-tunggu-hasil-lab\/","title":{"rendered":"BB Diduga Kokain 27,8 Kg Batal Dirilis, Kapolres Sumenep Beralibi Tunggu Hasil Lab"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/04\/14\/4d7c855b75b9.jpg\" alt=\"BB Diduga Kokain 27,8 Kg Batal Dirilis, Kapolres Sumenep Beralibi Tunggu Hasil Lab\"\/>\n            <\/div>\n<p>Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, saat diwawancarai awak media. (Foto: Mhrs for Suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, SUMENEP<\/b> &#8211; Rencana Polres Sumenep untuk merilis barang bukti (BB) kasus temuan diduga narkotika jenis kokain seberat 27,8 kilogram dari Pulau Giligenting akhirnya dibatalkan.\u00a0<\/p>\n<p>Kepolisian beralasan masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan keabsahan zat tersebut sebelum dipublikasikan ke masyarakat, Selasa (14\/04\/2026).<\/p>\n<p>Pembatalan tersebut terjadi di tengah persiapan konferensi pers yang sebelumnya telah dirancang berlangsung di Mapolres Sumenep. Bahkan, barang bukti sempat dikeluarkan oleh petugas dari ruang penyimpanan untuk keperluan penataan sebelum acara berlangsung.<\/p>\n<p>Situasi tersebut sempat memicu perhatian sejumlah awak media yang hadir di Aula Sanika Satyawada, mengingat agenda rilis awalnya disebut akan dihadiri langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Novianto.<\/p>\n<p>Namun, rencana itu mendadak berubah tanpa penjelasan resmi di awal, hingga akhirnya dipastikan batal digelar. Bahkan, Kapolda dikabarkan langsung kembali ke Surabaya, tanpa menemui awak media yang telah menanti sekitar tiga jam di ruang konferensi.<\/p>\n<p>Di balik pembatalan tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa langkah itu diambil demi kehati-hatian. Sebab, proses pendalaman dinilai masih diperlukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyampaian informasi kepada publik.<\/p>\n<p>Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan dan merilis jenis barang bukti sebelum hasil uji ilmiah keluar.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKami masih melakukan pendalaman dan uji laboratorium terhadap barang bukti tersebut. Hal ini penting agar informasi yang kami sampaikan benar-benar valid dan tidak menimbulkan simpang siur di masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Secara internal, penundaan itu, kata dia harus dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga akurasi dalam penanganan kasus. Pihaknya menegaskan, tidak ingin terburu-buru menyampaikan kesimpulan yang berpotensi berubah setelah hasil uji laboratorium diterbitkan.<\/p>\n<p>Selain itu, langkah tersebut juga dipandang sebagai bentuk antisipasi agar proses hukum tidak mengalami cacat prosedural. Karena, dengan menunggu hasil uji lab, penyidik memiliki dasar yang lebih kuat dalam menetapkan status barang bukti.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Kapolres memastikan akan menyampaikan secara terbuka kepada publik setelah seluruh tahapan, termasuk hasil uji laboratorium, dinyatakan rampung.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau hasil labnya keluar, nanti kita pasti informasikan kepada rekan-rekan sekalian. Jadi mohon bersabar untuk prosesnya,&#8221; tukasnya. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Wildan Mukhlishah Sy<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69de41c0a280f\/BB-Diduga-Kokain-278-Kg-Batal-Dirilis-Kapolres-Sumenep-Beralibi-Tunggu-Hasil-Lab\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, saat diwawancarai awak media. (Foto: Mhrs for Suaraindonesia.co.id) BERITA&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10952,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-10951","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/4d7c855b75b9.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/4d7c855b75b9-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/4d7c855b75b9-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/4d7c855b75b9.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/4d7c855b75b9.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/4d7c855b75b9.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/4d7c855b75b9.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/4d7c855b75b9.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/4d7c855b75b9.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/4d7c855b75b9.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/4d7c855b75b9-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/4d7c855b75b9-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10951","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10951"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10951\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10952"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10951"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10951"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10951"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}