{"id":11385,"date":"2026-04-23T12:09:15","date_gmt":"2026-04-23T12:09:15","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/23\/desa-cantik-2026-sumenep-dorong-desa-naik-kelas-berbasis-data\/"},"modified":"2026-04-23T12:09:15","modified_gmt":"2026-04-23T12:09:15","slug":"desa-cantik-2026-sumenep-dorong-desa-naik-kelas-berbasis-data","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/23\/desa-cantik-2026-sumenep-dorong-desa-naik-kelas-berbasis-data\/","title":{"rendered":"Desa Cantik 2026, Sumenep Dorong Desa Naik Kelas Berbasis Data"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Advertorial<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/04\/23\/e05b50fff6aa.jpg\" alt=\"Desa Cantik 2026, Sumenep Dorong Desa Naik Kelas Berbasis Data\"\/>\n            <\/div>\n<p>Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim. Foto: Rzn for suaraindonesia.co.id.<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, SUMENEP <\/b>\u2013 Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong transformasi pembangunan desa melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. Program tersebut, menjadi langkah strategis untuk mengangkat kapasitas desa agar \u201cnaik kelas\u201d dengan mengedepankan tata kelola berbasis data yang akurat dan terukur.<\/p>\n<p>Melalui inisiatif tersebut, Pemkab Sumenep ingin memastikan setiap kebijakan di tingkat desa tidak lagi disusun berdasarkan asumsi, melainkan berpijak pada data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) pun diperkuat guna menghadirkan sistem data desa yang lebih profesional dan terstandar.<\/p>\n<p>Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menegaskan bahwa data memegang peran sentral dalam menentukan arah pembangunan yang tepat sasaran.<\/p>\n<p>\u201cData yang akurat itu menjadi penunjuk arah pembangunan. Dengan data yang jelas, kita tidak lagi berjalan dalam ketidakpastian, tetapi melangkah dengan tujuan yang terukur,\u201d ujarnya,\u00a0<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi desa, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia dan sistem pengelolaan data. Namun demikian, hal tersebut dinilai sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Sumenep menggandeng sejumlah perangkat daerah strategis, seperti DPMD, Disdukcapil, Bappeda, hingga Diskominfo. Sinergi lintas sektor ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem data desa yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Pada tahap awal, tiga desa ditetapkan sebagai lokus binaan, yakni Desa Ketawang Karay, Desa Bata\u2019al Timur, dan Desa Billapora Barat. Ketiganya diproyeksikan menjadi percontohan desa berbasis data yang mampu menginspirasi desa lain di Kabupaten Sumenep.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, KH. Imam Hasyim menekankan bahwa keberhasilan Desa Cantik 2026 tidak hanya diukur dari ketersediaan data, tetapi juga dari pemanfaatannya dalam setiap pengambilan keputusan di tingkat desa.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin desa benar-benar naik kelas. Artinya, setiap kebijakan harus berbasis data, bukan sekadar asumsi, agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dengan langkah tersebut, Desa Cantik 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan desa yang mandiri secara statistik, responsif, dan mampu bersaing di era pembangunan modern.<\/p>\n<p>\u201cKetika data kita kuat, maka arah pembangunan desa ke depan akan semakin jelas dan membawa masa depan yang lebih cerah,\u201d pungkasnya.(*)\u00a0<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Wildan Mukhlishah Sy<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Imam Hairon<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/advertorial\/69e9fa1b238c6\/Desa-Cantik-2026-Sumenep-Dorong-Desa-Naik-Kelas-Berbasis-Data\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Advertorial Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim. Foto: Rzn for suaraindonesia.co.id. BERITA PLUS, SUMENEP \u2013&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11386,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-11385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e05b50fff6aa.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e05b50fff6aa-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e05b50fff6aa-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e05b50fff6aa.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e05b50fff6aa.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e05b50fff6aa.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e05b50fff6aa.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e05b50fff6aa.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e05b50fff6aa.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e05b50fff6aa.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e05b50fff6aa-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/e05b50fff6aa-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11385"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11385\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11386"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}