{"id":11411,"date":"2026-04-24T02:32:01","date_gmt":"2026-04-24T02:32:01","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/24\/hgi-surabaya-domino-tournament-2026-berakhir-ini-sosok-juaranya-dari-gresik\/"},"modified":"2026-04-24T02:32:01","modified_gmt":"2026-04-24T02:32:01","slug":"hgi-surabaya-domino-tournament-2026-berakhir-ini-sosok-juaranya-dari-gresik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/24\/hgi-surabaya-domino-tournament-2026-berakhir-ini-sosok-juaranya-dari-gresik\/","title":{"rendered":"HGI Surabaya Domino Tournament 2026 Berakhir, Ini Sosok Juaranya dari Gresik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/04\/22\/30c0731ca76d.jpg\" alt=\"HGI Surabaya Domino Tournament 2026 Berakhir, Ini Sosok Juaranya dari Gresik\"\/>\n            <\/div>\n<p>HGI Surabaya Domino Tournament 2026 (Istimewa)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, SURABAYA <\/b>\u2013 Penutupan Surabaya Domino Tournament 2026 tidak sekadar menjadi akhir kompetisi, tetapi menegaskan satu hal: peta kekuatan domino nasional mulai bergeser ke daerah.<\/p>\n<p>Hari kedua yang digelar di Grand City Convention Hall Surabaya, dipenuhi tensi tinggi sejak pagi. Namun sorotan utama bukan hanya pada kemeriahan, melainkan pada munculnya pemain-pemain daerah yang tampil dominan hingga babak final.<\/p>\n<p>Ratusan pasang mata tertuju pada meja final. Setiap langkah menjadi krusial. Tidak ada ruang kesalahan. Dalam situasi itu, Emansyah, pemain asal Gresik, tampil paling konsisten. Ia menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan dan mengamankan posisi juara pertama dari total hadiah Rp200 juta.<\/p>\n<p>Kemenangan Emansyah bukan sekadar soal hasil. Ia mencerminkan pola permainan yang berubah\u2014lebih taktis, penuh perhitungan, dan minim spekulasi. \u201cPermainan ini bukan soal keberuntungan. Semua keputusan harus dihitung,\u201d ujarnya usai pertandingan.<\/p>\n<p>Fenomena ini juga diamini oleh penyelenggara. Perwakilan Higgs Games Island (HGI), Ray, melihat kualitas permainan di turnamen ini menunjukkan peningkatan signifikan. Menurutnya, domino mulai bergerak dari sekadar hiburan menuju kompetisi berbasis strategi.<\/p>\n<p>\u201cKami melihat langsung bagaimana pemain membaca situasi, mengontrol ritme, dan mengambil keputusan. Ini sudah masuk ranah olahraga pikiran,\u201d kata Ray.<\/p>\n<p>Yang menarik, dominasi tidak hanya datang dari tuan rumah. Peserta dari luar daerah seperti Samarinda juga menunjukkan daya saing tinggi. Marlina, salah satu peserta, menyebut turnamen ini sebagai gambaran kompetisi domino yang lebih serius dan terstruktur.<\/p>\n<p>\u201cStandarnya sudah berbeda. Ini bukan lagi permainan santai, tapi kompetisi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini juga menunjukkan mulai terbentuknya ekosistem domino yang lebih rapi. Kolaborasi antara HGI, PB PORDI, PORDI Jawa Timur, hingga dukungan KONI dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas kompetisi.<\/p>\n<p>Namun di balik itu, ada pesan yang lebih besar: domino sedang mencari bentuknya sebagai cabang olahraga yang diakui.<\/p>\n<p>Turnamen ini menjadi indikator awal. Bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi bagaimana standar permainan, sistem kompetisi, hingga regenerasi pemain mulai terbentuk.<\/p>\n<p>HGI sendiri memastikan momentum ini tidak berhenti. Dalam waktu dekat, mereka akan melanjutkan agenda melalui HGI City Cup 2026 Surabaya Fest pada 25\u201326 April di Grand City Atrium.<\/p>\n<p>Langkah ini memperlihatkan satu arah yang jelas domino tidak lagi berdiri sebagai permainan pinggiran, tetapi mulai masuk dalam arena kompetisi serius dengan potensi industri.<br \/>\u00a0<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Dona Pramudya <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Imam Hairon<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69e871fc1919b\/HGI-Surabaya-Domino-Tournament-2026-Berakhir-Ini-Sosok-Juaranya-dari-Gresik\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News HGI Surabaya Domino Tournament 2026 (Istimewa) BERITA PLUS, SURABAYA \u2013 Penutupan Surabaya Domino Tournament&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11412,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-11411","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/30c0731ca76d.jpg",1280,853,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/30c0731ca76d-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/30c0731ca76d-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/30c0731ca76d-768x512.jpg",640,427,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/30c0731ca76d-1024x682.jpg",640,426,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/30c0731ca76d.jpg",1280,853,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/30c0731ca76d.jpg",1280,853,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/30c0731ca76d-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/30c0731ca76d-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/30c0731ca76d-1024x682.jpg",1024,682,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/30c0731ca76d-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/30c0731ca76d-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11411"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11411\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}