{"id":11562,"date":"2026-04-27T10:00:07","date_gmt":"2026-04-27T10:00:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/27\/kejati-jatim-kebut-penyidikan-dugaan-korupsi-anggaran-kbs-mengarah-ke-kepentingan-pribadi-audit-bpkp-ditunggu\/"},"modified":"2026-04-27T10:00:07","modified_gmt":"2026-04-27T10:00:07","slug":"kejati-jatim-kebut-penyidikan-dugaan-korupsi-anggaran-kbs-mengarah-ke-kepentingan-pribadi-audit-bpkp-ditunggu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/27\/kejati-jatim-kebut-penyidikan-dugaan-korupsi-anggaran-kbs-mengarah-ke-kepentingan-pribadi-audit-bpkp-ditunggu\/","title":{"rendered":"Kejati Jatim Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi Anggaran KBS Mengarah ke Kepentingan Pribadi, Audit BPKP Ditunggu !"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Jefri Hadi <\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>27 April 2026 | 16:04<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 0 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/04\/27\/301bff25a2b5.jpg\" alt=\"Kejati Jatim Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi Anggaran KBS Mengarah ke Kepentingan Pribadi, Audit BPKP Ditunggu !\"\/>\n            <\/div>\n<p>Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Jatim saat penggeledahan Kantor PD TSKBS pada Kamis, 5 Februari 2026. (Foto: Penkum Kejati Jatim\/suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS SURABAYA \u2014<\/b> Penyidikan kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TSKBS) masih belum berujung pada penetapan tersangka, Senin (28\/4\/2026).<\/p>\n<p>Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menyatakan proses hukum tersebut sementara tertahan karena menunggu hasil audit kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).<\/p>\n<p>Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Timur, Wagiyo Santoso menegaskan bahwa kepastian nilai kerugian negara merupakan syarat utama dalam menentukan pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.\u00a0<\/p>\n<p>Sebab, tambahnya tanpa hasil audit resmi dari BPKP, penyidik belum dapat melangkah ke tahap penetapan tersangka.<\/p>\n<p>\u201cKami tentu butuh kejelasan terkait dengan kerugian keuangan negara untuk menetapkan tersangka,\u201d kata Wagiyo kepada wartawan.<\/p>\n<p>Penyidikan dugaan korupsi pengelolaan keuangan Kebun Binatang Surabaya (KBS) mengarah pada indikasi penyalahgunaan wewenang dalam penggunaan anggaran.<\/p>\n<p>Temuan awal menyebut sebagian dana diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, sementara nilai kerugian negara masih bersifat sementara, ditaksir sekitar Rp7 miliar dan berpotensi bertambah.<\/p>\n<p>\u201cTaksiran kerugian negara sekitar Rp7 miliar. Tapi itu masih angka awal, karena jumlahnya bisa berkembang,\u201d ujar Wagiyo.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, seluruh dokumen yang diperlukan dalam proses audit telah diserahkan kepada BPKP. Dokumen tersebut meliputi laporan keuangan KBS, alat bukti yang telah dikumpulkan penyidik, hingga hasil audit independen yang sebelumnya telah dilakukan.<\/p>\n<p>\u201cDokumen-dokumen terkait, termasuk hasil audit independen, sudah kami serahkan. Alat bukti yang kami kumpulkan, termasuk laporan keuangan, juga sudah kami sampaikan ke BPKP. Saat ini masih dalam proses,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sembari menunggu hasil audit, lanjutnya penyidik tetap melanjutkan proses pendalaman perkara. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan ahli terus dilakukan untuk memperkuat konstruksi hukum dan memastikan alur pengelolaan keuangan KBS dapat dipetakan secara utuh.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini kami masih terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Ahli-ahli juga sudah kami mintai keterangan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Dalam perkembangan penyidikan, Kejati Jawa Timur menilai perkara ini mengarah pada praktik penyalahgunaan wewenang dalam penggunaan anggaran.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Wagiyo menegaskan indikasi tersebut menguat seiring ditemukannya dugaan aliran dana yang tidak sesuai peruntukannya.<\/p>\n<p>\u201cIni murni kasus korupsi penyalahgunaan wewenang dalam penggunaan anggaran,\u201d tegas Wagiyo.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan, dari hasil penyidikan sementara, sebagian anggaran KBS diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.<\/p>\n<p>Padahal, sebutnya dana tersebut berasal dari berbagai sumber pemasukan yang semestinya disetorkan ke kas negara.<\/p>\n<p>\u201cAnggaran KBS ini sebagian dipakai untuk kepentingan pribadi. Yang seharusnya masuk ke negara, tapi digunakan secara pribadi,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Meski indikasi awal telah mengerucut, Kejati Jawa Timur menegaskan bahwa seluruh kesimpulan hukum tetap akan bergantung pada hasil audit resmi BPKP.<\/p>\n<p>Menurutnya, nilai kerugian negara yang saat ini masih bersifat sementara diperkirakan dapat berubah seiring pendalaman yang dilakukan auditor.<\/p>\n<p>Menurut Wagiyo, hasil audit tersebut nantinya akan menjadi dasar utama dalam menentukan langkah hukum lanjutan, termasuk penetapan tersangka serta pengembangan perkara jika ditemukan fakta baru.<\/p>\n<p>\u201cBelum, kami masih menunggu hasil pastinya,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>Pewarta: Jefri Hadi<\/strong><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Imam Hairon<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69ef30f54dd5c\/Kejati-Jatim-Kebut-Penyidikan-Dugaan-Korupsi-Anggaran-KBS-Mengarah-ke-Kepentingan-Pribadi-Audit-BPKP-Ditunggu\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jefri Hadi &#8211; 27 April 2026 | 16:04 &#8211; Dibaca 0 kali News Tim Penyidik&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11563,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-11562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/301bff25a2b5.jpg",1024,583,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/301bff25a2b5-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/301bff25a2b5-300x171.jpg",300,171,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/301bff25a2b5-768x437.jpg",640,364,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/301bff25a2b5.jpg",640,364,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/301bff25a2b5.jpg",1024,583,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/301bff25a2b5.jpg",1024,583,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/301bff25a2b5.jpg",1024,583,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/301bff25a2b5-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/301bff25a2b5.jpg",1024,583,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/301bff25a2b5-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/301bff25a2b5-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11562"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11562\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11563"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}